'Mudik pakai motor murah tapi bahaya'
Merdeka.com - Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno meminta pemerintah dapat mengendalikan pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi sanak saudara di kampung halaman. Sebab, perjalanan mudik dengan sepeda motor dari wilayah Jabodetabek ke luar daerah dapat menempuh jarak lebih dari 10 jam.
"Kebijakan sepeda motor harus ditinjau ulang. Murah dan mudah dapatkan sepeda motor banyak timbulkan tanggapan negatif ketimbang positif," kata Djoko, dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (8/7).
Menurut dia, rasa badan penat harus dihindari lantaran harus berkonsentrasi sehingga keseimbangan tetap terjamin. Terlebih, cuaca terik matahari atau hujan juga tidak akan menyurutkan pemudik motor untuk tetap laju.
"Makanya harus menghilangkan uang muka, ini juga supaya aksi begal, kebut kebutan, tidak mau naik angkutan umum, korban kecelakaan, dll dapat berkurang," ucapnya.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil survei potensi pemudik Lebaran 2016 oleh Puslitbang Jalan dan Perkeretaapian Bakitbang Kementerian Perhubungan, mudik dengan menggunakan motor masih dianggap lebih cepat (31,8 persen), murah (22,2 persen), irit (13,5 persen), santai (8,6 persen) oleh masyarakat.
"Ini mungkin juga lantaran tidak harus berdesakan naik angkutan umum. Ongkos bisa lebih murah, kurang dari Rp 500.000. Coba bandingkan jika mudik dengan moda transportasi lain, pasti lebiih dari satu juta," jelasnya.
Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah dapat menerapkan kegiatan mudik gratis bukan hanya di wilayah Pulau Jawa saja, tetapi dapat dikembangkan di Pulau Sumatera hingga Sulawesi.
"Memberikan rute mudik gratis dengan kapal laut seperti ke Riau, Maluku. Semisal, Jawa Timur memberikan transportasi gratis selama musim lebaran yang," tutupnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya