Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mudik Lebaran, konsumsi pertamax dan pertalite melonjak tajam

Mudik Lebaran, konsumsi pertamax dan pertalite melonjak tajam pertalite. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mencatat realisasi penyaluran pertamax dan pertalite mencapai sekitar 30.800 kiloliter pada libur Lebaran.

Perinciannya, konsumsi pertalite sekitar 14.900 kiloliter atau 208 persen dari rata-rata penyaluran harian normal sekitar 7.150 kiloliter. Hingga 2 Juli, rata-rata konsumsi Pertalite sekitar 11.130 kiloliter per hari atau 156 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Adapun penyaluran pertamax mencapai sekitar 15.900 kiloliter atau 157 persen dari rata-rata penyaluran harian normal. Sejak 21 Juni 2016, rata-rata penyaluran pertamax 12.530 kiloliter atau 124 persen dari rata-rata harian normal.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk menggunakan bahan bakar lebih ramah lingkungan dan sesuai spesifikasi kendaraannya.

”Ini juga menunjukkan pelayanan Pertamina di masa mudik dan balik Lebaran 2016 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau dan akses terhadap produk yang semakin mudah dengan banyaknya outlet Pertalite dan Pertamax, termasuk di jalur-jalur mudik dan wisata, merupakan alasan utama pemudik memilih Pertalite maupun Pertamax,” kata Wianda dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (4/7).

Tren peningkatan konsumsi bensin nonsubsidi tersebut merata di beberapa daerah. Semisal, penyaluran pertalite di Jawa mencapai 1.784 kiloliter atau 248 persen dari rata-rata harian normal. Adapun Pertamax menjadi 3.609 kiloliter naik 198 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Sementara itu, penyaluran premium pada hari yang sama mencapai 67.475 kiloliter atau hanya 93 persen dari rata-rata penyaluran harian normal. Sedangkan rata-rata penyaluran, dalam sebelas hari pertama masa satgas, mencapai sekitar 60.300 kiloliter atau 83 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Solar subsidi juga mengalami tren lebih rendah dari rata-rata penyaluran harian normal 2016. Dimana rata-rata realisasi penyaluran mencapai sekitar 33.500 kiloliter per hari atau 95 persen dari penyaluran normalnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP