MP3EI diklaim salah satu kesuksesan kepemimpinan SBY
Merdeka.com - Masterplan Percepatan Pengembangan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang memperbesar keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur dasar bidang energi dan perhubungan dianggap pemerintah sukses selama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ini jadi alasan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berharap program tersebut diteruskan, meski pemerintahan beralih ke rezim baru.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo melihat, proyek-proyek yang mulai dibangun (groundbreaking) tahun ini akan berjalan sesuai jadwal. Demikian pula proyek yang sesuai rencana kerja, mulai digarap tahun depan.
"Sepanjang itu siap digroundbreaking atau diresmikan, ya dilakukan kalau memang sudah selesai. Ini persoalan ekonomi, bukan politik. Ready atau tidak, diresmikan atau dibangun persoalan ekonomi," ujarnya di Kantor Pusat Bappenas, Jakarta, Selasa (7/4).
Lukita menolak bila sebaran MP3EI belum merata. Kendati membenarkan bahwa mayoritas proyek yang rampung lebih banyak di koridor Jawa-Bali, Lukita menilai sudah ada perbaikan sebaran dan jenis pembangunan di Maluku-Papua, atau kawasan Timur lainnya.
Jawa pada akhirnya lebih siap dan lebih sukses karena persiapan dilakukan sejak lama. Ambil contoh MRT Jakarta yang persiapannya sudah dibuat sejak 2006.
"MP3EI sifatnya jangka panjang sampai 2025. Memang ada hal-hal yang di koridor lain sedang persiapan, sementara di Jawa lebih siap," ungkapnya.
Di tahun politik saat ini, proyek MP3EI yang akan diresmikan pemerintah merupakan hasil lelang pada swasta dan BUMN pada 2011 lalu. Contohnya PLTU Meulaboh 220 MegaWatt (MW), Kilang LNG Donggi-Senoro, terminal elpiji Makassar, perluasan bandar udara Sepinggan Balikpapan, serta revitalisasi Bandara Juwata, Tarakan, kalimantan.
"Kebanyakan sektornya adalah energi dan perhubungan udara," kata Lukita.
Di sisi lain, proyek MP3EI yang akan groundbreaking mulai 2014 mencakup seluruh koridor. Contohnya penyelesaian Tol Pasuruan-Probolinggo 45 km; Perluasan pelabuhan Makassar; Pembangunan jaringan backbone serat optik Papua-Maluku; Pembangunan jalur KA baru Tanjung Enim-Lampung 330 km untuk PT Bukit Asam, serta penyelesaian rel ganda Manggarai-Bekasi.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya