Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Motor, ponsel dan laptop masih jadi andalan untuk digadai

Motor, ponsel dan laptop masih jadi andalan untuk digadai Pegadaian tanpa izin. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Dana cepat dari pegadaian liar dianggap sebagai solusi ampuh bagi sebagian masyarakat. Tidak ada potongan di awal, bunga 1-10 persen yang dianggap wajar, dan proses pencairan tak butuh administrasi berbelit.

Di salah satu pegadaian khusus elektronik, kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, tertulis "terima gadai semua produk Apple". Piranti elektronik ternama yang berharga mahal itu rupanya sering digadaikan masyarakat.

"Itu barang mahal, tapi kita terima semua, mulai dari iPod, iPhone, sampai yang komputernya, tapi kebanyakan gadai iPhone," kata Tuti, salah satu pramuniaga kepada merdeka.com, Rabu (4/9).

Namun, "bintang utama" yang kerap digadaikan adalah ponsel pintar BlackBerry dan Samsung. Selain banyak penggunanya, harga pasaran cenderung stabil. Reni, manajer gadai liar dekat Harco Glodok, mengatakan dua merek itu rata-rata digadaikan ke tempatnya. Soal harga gadai, yang menentukan nantinya adalah kondisi barang. Pihaknya juga punya juru taksir sendiri buat meneliti kualitas sebuah barang.

"Sampai sekarang masih HP sih yang sering digadaikan ke sini," tuturnya.

Lain lagi dengan pegadaian elektronik di Olimo. Mereka sudah menyusun harga acuan untuk setiap merek. Sehingga proses penaksiran tak perlu melibatkan juru taksir sendiri, melainkan cukup selesai oleh pramuniaga.

"Kami sudah susun, kayak laptop merek ini berapa kisarannya," kata Linda, salah satu penjaga yang bertugas di jasa gadai liar tersebut.

Sepeda motor juga jadi salah satu primadona, kebanyakan jenis bebek. "Karena kalau dicampur di sini ribet, akhirnya khusus sepeda motor kita buka cabang gadai khusus BPKB di Muara Angke," kata Tuti.

Tuti mengaku tidak banyak barang aneh yang digadaikan ke tempatnya. Pernah suatu kali, salah satu konsumen membawa proyektor film 35 milimeter. Namun, karena rusak akhirnya pihaknya tak mau menerima barang itu.

Secara prinsip, pegadaian liar menerima barang apa saja. Jika sudah menyebut jasanya spesialis barang elektronik, televisi, handycam, sampai remote universal pun diterima. Asal kondisi tidak rusak, konsumen boleh berharap mendapat duit segar, meski tak banyak.

"Cinta aja yang enggak boleh digadai," kata Tuti sambil tertawa. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP