MITI hentikan ekspor batu granit
Merdeka.com - Tahun ini, PT Mitra Investindo (MITI) memutuskan mulai menghentikan ekspor batu granit. Keputusan ini sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No 7 Tahun 2012 tentang hilirisasi dan larangan ekspor bahan mineral mentah.
"Kita bukan tidak mau ekspor tapi April tahun lalu ada aturan yagn mengatur ekspor raw material (bahan mentah)," ujar Direktur Utama MITI, Kumari saat paparan publik MITI di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/5).
Dia mengklaim, untuk spesifikasi batu hasil tambang MITI sebenarnya diminati pembeli dari luar negeri. "Pelanggan kami pun menyatakan tidak keberatan jika harga dinaikkan 20 persen sebagai dampak pajak bahan mentah," jelas dia.
Namun, penghitungannya ternyata tidak demikian. Dia mengatakan, dengan pengenaan pajak 20 persen, harga hasil tambang granit milik MITI menjadi tidak kompetitif lagi.
"Harga ekspor granit dalam bahan mentah sebesar 19-21 dolar Singapura per ton. Namun, dengan ketentuan peraturan menteri, maka harganya bisa lebih dari dua kali lipat," ungkapnya.
Dia menjelaskan, tarif bukan 20 persen dari harga ekspor perseroan tapi 20 persen dari klasifikasi tarif tambang perseroan. "Sehingga hasil tambang kami masuk ke klasifikasi 135 dolar Singapura per ton. Sehingga pajaknya adalah 20 persen dari 135 dolar Singapura, sehingga harga ekspor ditambah 27 dolar Singapura," ungkapnya.
Karena itu pihaknya saat ini fokus mengirim hasil produksinya ke dalam negeri saja. MITI beranggapan, batu granit yang ditambang pihaknya bukan termasuk granit marmer. Sementara dalam Peraturan Menteri ESDM yang terkena pajak adalah granit marmer.
Perseroan tidak khawatir akan hal ini karena permintaan dari daerah sekitar terhadap hasil tambang MITI sangat tinggi. "Bertambah banyak pembangunan resort di kawasan Bintan membutuhkan batu granit dari MITI," katanya.
Di sisi lain, pembangunan pesat di Provinsi Kepulauan Riau seperti pembangunan bandara dan jalan-jalan juga membutuhkan banyak sekali batu granit. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya