Minyak Goreng di Sumsel Tembus Rp21.000 per Liter, Ini Penyebabnya
Merdeka.com - Sejak dua bulan terakhir, harga minyak goreng di Sumatera Selatan naik drastis di harga Rp21.000 per liter. Operasi pasar pun dilakukan dengan tujuan mengendalikan harga di pasaran.
Operasi pasar digelar di 18 titik hingga akhir bulan ini. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggandeng produsen minyak goreng yang beroperasi di Palembang, yakni PT Indokarya Internusa. Selama dua pekan ke depan, paling tidak disiapkan 77,2 ton minyak goreng disiapkan.
Manager Operasional PT Indokarya Internusa, Liana mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga minyak goreng naik drastis. Yakni tingginya permintaan dan naiknya harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebagai bahan baku di pasar global.
"Itu beberapa faktor yang menyebabkan harga minyak goreng di pasaran melonjak tinggi," ungkap Liana, Rabu (12/1).
Dia berharap operasi pasar menjadi solusi dalam menstabilkan harga. Hal yang sama juga dilakukan di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan sejumlah daerah di Kalimantan, dengan total 1 juta liter minyak goreng. "Kami berharap operasi pasar bisa mengendalikan harga di pasaran," ujarnya.
Permainan Rantai Ekonomi
Lain halnya dengan Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurut dia, faktor utama yang menyebabkan harga minyak goreng adalah permainan rantai ekonomi. Permainan itu dilakukan mulai dari produsen, agen, hingga pedagang eceran.
"Tolong jangan ada permainan. Kalau ada penimbunan segera TNI/polri, tindak," tegas Deru.
Deru juga meminta produsen untuk menunda ekspor ketika kebutuhan minyak goreng dalam negeri belum tercukupi. Harga saat ini sudah sangat memberatkan masyarakat, apalagi kebutuhan pokok ini tak bisa ditinggalkan.
"Kalau kebutuhan dalam negeri belum tercukupi jangan ekspor dulu. Jika sampai akhir bulan ini tidak turun, saya panggil semua produsen dan distributor," kata Deru.
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali menerangkan, operasi pasar minyak goreng dilakukan di 18 titik di Sumsel. Harga yang dipatok hanya Rp14 ribu per liter atau jauh lebih rendah dari pasaran yang menyentuh Rp21 ribu per liter. "Satu orang hanya boleh membeli dua liter," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya