Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minta motor masuk tol, Dahlan dianggap populis

Minta motor masuk tol, Dahlan dianggap populis Dahlan Iskan. ©2012 Merdeka.com/Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Anggota Komisi VI DPR Arya Bima menyentil ucapan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan sedang meminta Jasa Marga untuk melakukan kajian agar motor bisa masuk jalan tol. Dia meminta Dahlan agar tidak sembarangan bicara sebelum hasil pengkajian tersebut keluar, karena kebijakan ini tidak semudah membalik telapak tangan.

"Dikaji dululah sebelum dibicarakan. Bisa-bisa ini hanya statement populis untuk mencalonkan diri jadi presiden," ungkap Arya Bima ketika ditemui di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Walaupun demikian, Arya Bima belum bisa memutuskan apakah kebijakan adanya jalur motor dalam tol ini bisa diimplementasikan atau tidak. Dia menunggu hasil pengkajian lebih lanjut yang sedang dilakukan pihak Jasa Marga.

"Desain awal jalan tol untuk roda empat. Jangan sampai roda dua dimasukkan ke situ karena kecepatan tinggi di tol. Kalau tidak membahayakan jalur motor ya kita tunggu dulu saja studynya," ucapnya.

Dalam jangka pendek, Arya Bima mengusulkan Dahlan untuk lebih memperhatikan jalur untuk transportasi publik dari pada jalur motor. Bagaimana membuat halte-halte bus yang nyaman agar masyarakat bisa beralih ke angkutan umum.

"Yang penting jalur transportasi publik, ruas untuk halte-halte. Kalau motor masuk tol itu membahayakan, karena jalur cepat. Jangan membahayakan motor. Kalau motif benar silakan. Buat Dahlan harus lebih banyak kerja daripada bicara," tutupnya singkat. (mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP