Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minimalisir anggaran, BPS kaji penggunaan teknologi di sensus penduduk 2020

Minimalisir anggaran, BPS kaji penggunaan teknologi di sensus penduduk 2020 Kepala BPS Suhariyanto. ©2017 Merdeka.com/Saugy Riyandi

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mengkaji penggunaan perangkat digital untuk pelaksanaan sensus penduduk 2020. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir pengeluaran sehingga anggaran yang digunakan bisa lebih hemat.

Kepala BPS Suhariyanto menegaskan pada sensus ekonomi yang dilakukan di 2016 membutuhkan anggaran mencapai Rp 3 triliun. Untuk itu, BPS akan mengefisiensikan anggaran dalam pendataan penduduk.

"Jadi penduduk ini merupakan data yang sangat penting karena itu perlu pemikiran dari seluruh pihak bagaimana data ini ke depan menjadi semakin berkualitas," kata Suhariyanto di kantornya, Selasa (14/11).

Sebelumnya, pihaknya sudah mencoba menggunakan perangkat digital dalam melakukan pendataan di luar sensus. Menurutnya, hal tersebut bisa menghemat biaya karena tidak perlu memakai banyak kertas, hanya menggunakan telepon pintar (smartphone).

Meski demikian, BPS belum menghitung penggunaan anggaran dalam sensus penduduk 2020. Namun, penggunaan perangkat ini rencananya untuk mendata penduduk yang berada di pemukiman mewah.

"Kita juga masih memikirkan akan ada populasi tertentu yang kita mengirimnya lewat email, webdisk, ini baru kita kumpulkan saja dari berbagai saran dari berbagai pihak," jelasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP