Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MIND ID Berencana Akuisisi Perusahaan Tambang di Luar Negeri

MIND ID Berencana Akuisisi Perusahaan Tambang di Luar Negeri Ilustrasi pertambangan. ©‚©shutterstock.com/Adam Michal Ziaja

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan rapat dengar pendapat dengan holding BUMN pertambangan atau MIND ID. Dalam kesempatan itu, MIND ID menyampaikan rencana kerja sepanjang 2022. Salah satunya rencana mengakuisisi perusahaan tambang potensial di luar negeri.

"Program strategis 2022, menjajaki peluang akuisisi perusahaan tambang di luar negeri yang potensial," ujar Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, dikutip tayangan Youtube Komisi VII, Jakarta, Rabu (16/2).

Rencana kerja lainnya, kata Hendi adalah, meningkatkan pertumbuhan eksplorasi dan produksi secara agresif. Pola tersebut dilakukan melalui tender atau lelang wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Kemudian, perusahaan juga akan melakukan kajian life of mine plan PT Freeport Indonesia beyond 2041, menyediakan sumber daya atau cadangan yang memadai untuk kebutuhan inisiatif strategis hilirisasi, dan memonitor program eksplorasi di MIND ID.

"Untuk program peningkatan daya saing biaya melalui digital, kami melakukan implementasi digitalisasi produksi pada smelter tambang, lalu menggodok jaringan 5G dengan mitra strategis, implementasi operational excellence untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas," katanya.

Sementara program pembangunan aset hilirisasi berskala global, MIND ID melakukan ekspansi smelter aluminium dengan tambahan kapasitas 200.000 - 400.000 ton per tahun, pengembangan nikel kelas 1, dan pengembangan smelter copper dan PMR.

Perusahaan juga akan melakukan program aliansi strategis untuk ekspansi bisnis baru hilirisasi hingga program pengembangan kapabilitas dan optimasi portofolio.

MIND ID Jajaki Pencarian Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik di Luar Negeri

jajaki pencarian bahan baku baterai kendaraan listrik di luar negeriRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mining Industry Indonesia (MIND ID) bakal mencari pasokan lithium sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik (EV battery) di beberapa negara potensial. Pihaknya tidak hanya terfokus mencari lithium saja, namun juga komoditas lain seperti emas hingga fosfat.

"Beberapa negara ini kita lihat yang memiliki potensi lithium, fosfat dan lain-lain. Negaranya ada Peru, Kanada, Jordan, Laos, Australia, Maroko, Senegal, Malawi," ujar Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, dalam konferensi pers, Jumat (7/5).

Orias melanjutkan, pihaknya berkomunikasi aktif dengan duta besar masing-masing negara dan beberapa perusahaan terkait dalam pencarian bahan baku ini.

Kendati, langkah yang dilakukan ini masih dalam tahap awal imbas adanya pandemi Covid-19. "Beberapa proyeknya sedang berjalan dan nanti kita akan sampaikan kalau sudah ada kemajuan. Ini masih tahap awal sekali. Habis Covid-19 ini kita baru bergerak, sekarang masih terbatas pergerakannya," ujar Orias.

Di sisi lain, pihaknya juga masih berusaha mencari sumber lithium di dalam negeri, terutama melalui anak usaha MIND ID, PT Timah.

Meski disebut ada temuan, namun dirinya masih belum berani menyebutkan lokasi persisnya. "Sampai saat ini di dalam negeri kita pastikan barangnya benar-benar ada. Tempatnya tidak disangka-sangka, tapi di situ tempatnya. Kalau sudah confirmed kita akan kasih tahu," katanya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP