Minat Pemuda Indonesia Jadi Wirausaha Tinggi, tapi Terealisasi Cuma 8 Persen
Merdeka.com - Direktur Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi, Kementerian PPN/BAPPENAS, Ahmad Dading Gunadi mengungkapkan bahwa minat pemuda dalam wirausaha di Indonesia sangat tinggi yakni 81 persen. Namun demikian hanya 8 persen pemuda yang memiliki bisnis.
Dading menjelaskan, banyak para pemuda menghadapi tantangan dari sisi kompetensi, pengalaman, sumber daya, jejaringan, dan dukungan keluarga untuk memulai menjalankan usahanya.
"Yang menjadi wirausahanya tidak banyak seperti negara-negara lain, minatnya saja yang banyak besar tapi yang jadi cuma dikit," ujar Dading, di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (26/10).
Tak hanya itu, tantangan bagi pemuda juga dalam mentalitas seperti ketekunan, kegigihan, ketahanan dan kompetensi belum terbangun dengan baik.
"Dukungan keluarga yang belum optimal, di mana keluarga cenderung mendukung pilihan karir pemuda untuk menjadi PNS atau sebagai karyawan di suatu perusahaan dengan penghasilan pasti," jelas Dading.
Akses Permodalan
Selain itu, akses terhadap permodalan, pemasaran, bahan baku, infrastruktur transportasi dan internet serta aturan perpajakan dan perizinan usaha yang belum ramah bagi para pemuda.
Serta belum optimalnya peran pemerintah untuk membangun iklim usaha yang kondusif untuk mendorong kewirausahaan pemuda.
"Belum ada pendataan pemuda wirausaha, tata kelola pemerintahan dalam pengelolaan program pengembangan kewirausahaan," terang dia.
Di sisi lain, target rasio kewirausahaan pada tahun 2021 sebesar 3,55 persen namun capaiannya hanya 2,89 persen hal tersebut disebabkan oleh adanya pandemi covid 19 yang melanda selama 2 tahun.
Kendati begitu, target pemerintah di tahun 2024 untuk rasio kewirausahaan yakni sebesar 4 persen. "Itu karena pandemi jadi semua pihak-pihak atau sektor tertekan, rasionya sangat kecil. Tahun 2024 harus mencapai 4 persen," tuturnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya