Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mimpi Dahlan jadikan Bandara Cengkareng seperti di London

Mimpi Dahlan jadikan Bandara Cengkareng seperti di London antrean penumpang di Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan seolah tak pernah kehabisan mimpi besar. Salah satunya mimpi Dahlan menjadikan Bandara Soekarno Hatta seperti Bandara Heathrow di London, Inggris. Salah satunya yang akan ditiru Dahlan adalah frekuensi penerbangan. Pada 2015, frekuensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan menjadi 92 per jam. 

Dahlan mengaku, sebelum dilakukan pengaturan penggunaan landasan penerbangan, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta hanya 56 frekuensi penerbangan per jam. Kemudian setelah Citilink dipindahkan ke Halim Perdanakusuma dan dilakukan pengaturan penerbangan oleh AirNav, saat ini kapasitas menjadi 64 frekuensi penerbangan per jam.

"Nanti Juli menjadi 72, sehingga urgensi pindah ke Halim berkurang, terus Tahun depan menjadi 92 frekuensi," ujar Menteri Dahlan Iskan usai rapat pimpinan jajaran kementerian BUMN di Garuda Maintenance Facilities (GMF), Cengkareng, Tangerang, Kamis (24/4).

Meski belum menyamai frekuensi penerbangan di Bandara London, Dahlan sudah cukup puas jika Bandara Cengkareng bisa mencapai target tersebut. "Ya mirip-mirip sana lah (Heathrow). Kan teman-teman belajar di sana. Di sana itu, take off dan landing bisa 100 frekuensi dengan dua landasan. Di sini sama, berarti kita bisa sampai 100 dong," jelasnya.

Berkaca pada Bandara Heathrow, Dahlan yakin tidak perlu membuat landasan baru untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Terlebih biayanya cukup besar yakni Rp 40 triliun.

"Menurut saya tidak perlu, uang Rp 40 triliun itu kan banyak, pembebasan tanah juga waktu lama. Yang penting itu manajemen  diatur lebih baik. Heathrow saja bisa dua landasan," jelasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP