Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski September 2015 deflasi, harga beras tetap naik 2,04 persen

Meski September 2015 deflasi, harga beras tetap naik 2,04 persen BPS. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga-harga barang secara umum turun atau deflasi 0,05 persen pada September 2015. Itu turut menekan inflasi sepanjang tahun ini (Januari-September) sebesar 2,24 persen.

Dan, inflasi tahunan (September 2014-September 2015) sebesar 6,83 persen. Kendati demikian, masih ada sejumlah komoditas mengalami penaikan harga.

Diantaranya, beras mengalami penaikan harga tertinggi, rata-rata 2,04 persen. Penaikan tertinggi terjadi di Bulukumba, Purwokerto, dan Pangkal Pinang, masing-masing sampai 6 persen.

"Ini karena memang sedang agak berkurang pasokan meski masih ada panen tapi sekarang sudah musim gaduh akibat kemarau. Artinya ini masih bisa dikontrol walau tidak dengan panen-panen raya seperti di bulan Januari sampai April," jelas Kepala BPS Suryamin, Jakarta, Kamis (1/10).

Selain itu, biaya kuliah juga naik rata-rata 3,15 persen. Penaikan tertinggi di Malang 17 persen dan Pangkal Pinang sampai 16 persen.

Kemudian, emas perhiasan dengan peningkatan harga mencapai 3,44 persen. Tertinggi di Bekasi 10 persen dan di Madiun 8 persen.

"Ini karena memang mengikuti harga Internasional." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP