Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski rupiah babak belur, BI nilai ekonomi Indonesia masih aman

Meski rupiah babak belur, BI nilai ekonomi Indonesia masih aman Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai ekonomi Indonesia masih aman. Meskipun nilai tukar rupiah sudah babak belur "dihajar" dolar Amerika Serikat.

"Kami ingin sampaikan ada nilai tukar yang volatil (naik-turun) tapi secara umum dalam kondisi aman dan Bank Indonesia akan selalu ada di pasar menjaga volatilitas rupiah tidak tinggi dan bisa diterima," kata Agus saat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3).

Dia mengungkapkan sejumlah fakta. Diantaranya, rupiah hanya terdepresiasi sebesar 57 persen terhadap dolar Amerika Serikat, sepanjang tahun ini (year to date). Jauh lebih rendah ketimbang negara berkembang lain, semacam India (16 persen), dan Turki (17 persen).

"Nilai tukar rupiah juga tidak lebih buruk dari mata uang negara tetangga, seperti ringgit Malaysia atau dolar Singapura dolar," katanya.

Selain itu, dua bulan awal 2015 nir-inflasi. Ini membuat Agus Marto optimistis inflasi bakal turun ke arah 4 persen pada 2016.

"BI akan selalu mewaspadai perkembangan inflasi berjalan. kami inginkan inflasi itu berkembang menuju tingkat yang lebih sehat."

Kemudian, lanjut Agus, imbal hasil (yield) surat utang Indonesia turun dari 8 persen sekarang 7 persen. Lalu indeks Credit Default Swap (CDS) sebagai instrumen untuk mengukur risiko investasi di Indonesia terus membaik.

Tahun lalu, Indonesia berada di posisi 230. Sekarang, turun ke posisi 140 setelah sebelumnya sempat menyentuh 120.

"Menunjukkan risiko indonesia cukup baik dan menunjukan di di dunia juga cukup baik." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP