Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski musim kampanye, pendapatan Lion Air tak melonjak

Meski musim kampanye, pendapatan Lion Air tak melonjak Lion Air. stevenairspace.com

Merdeka.com - Pendapatan Lion Air diperkirakan tidak akan melonjak, meskipun pesawatnya disewa partai atau tokoh politik untuk berkampanye. Soalnya, pada saat bersamaan juga terjadi penurunan jumlah penumpang reguler.

"Musim sepi. Kalau maret biasanya ada penurunan jumlah penumpang. Kan bukan musim liburan anak sekolah. Lupa penurunannya berapa," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kepada merdeka.com, Sabtu (29/3).

Seperti diketahui, PDI Perjuangan menjadi salah satu penyewa pesawat Lion Air, Boeing 737-800, selama satu bulan. Menurut Edward, tarif sewa berkisar USD 7 ribu-USD 9 ribu per jam.

"Tapi itu kan dihitung berdasarkan tujuan perjalanan. Karena harga bahan bakar di Jawa dan luar jawa beda, belum tarif parkirnya, nginep apa enggak." 

Sebagai ilustrasi, tarif sewa pesawat ke Kalimantan USD 7 ribu per jam, Bali USD 7.500 per jam. Jika ke luar negeri, semisal Singapura dikenakan tarif sewa USD 9.500 per jam.

"Belum tarif parkir kan, yang saya tahu kalau di Bali itu yang VIP USD 2.500 per jam," ucapnya.

Edward juga tidak membantah jika armada Lion Air juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik sang pemilik Rusdi Kirana, menjabat Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kalau itu urusan bos. Kan beda kalau dibawa bos sendiri sama carter," tegasnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP