Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski harga naik, ini alasan pemakaian BBM non-subsidi harus tetap dilakukan

Meski harga naik, ini alasan pemakaian BBM non-subsidi harus tetap dilakukan Pertamax 92. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Di awal bulan Juli 2018, Pertamina telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kenaikan ini pun mendapatkan berbagai respon dari masyarakat.

Meski begitu, naiknya harga BBM non-subsidi ini bukan berarti membuat Anda beralih menggunakan BBM subsidi, seperti Premium. Selain kualitas BBM non subsidi lebih baik, Anda juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang lebih berhak untuk menerima subsidi.

Berikut 4 alasan mengapa pemakaian BBM non-subsidi harus tetap dilakukan meski harga naik, dikutip Hipwee.

Mampu merawat mesin

mesinRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain jadi bahan bakar, BBM non-subsidi yang diisikan ke mesin kendaraan memiliki kemampuan merawat mobil. Apalagi, BBM yang kualitasnya baik bisa melakukan pembakaran yang lebih sempurna sehingga mesin bekerja lebih efisien.

Pemakaian lebih irit

iritRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pembakaran yang dilakukan oleh BBM non-subsidi seperti Pertamax lebih sempurna sehingga kerja mesin menjadi lebih efisien. Hampir semua bahan bakar yang digunakan benar-benar diubah menjadi energi untuk menggerakkan kendaraan. Dengan begitu, menggunakan BBM non-subsidi tentu saja lebih irit dibandingkan menggunakan BBM subsidi.

Emisi karbon lebih rendah

lebih rendahRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Salah satu gas berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan adalah gas karbon monoksida atau CO. Gas ini bisa menyebabkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit sehingga berbahaya bagi tubuh. Gas CO merupakan hasil dari pembakaran tidak sempurna di mesin kendaraan.

Ternyata, emisi atau gas buang hasil pembakaran BBM non subsidi seperti pertamax lebih aman daripada BBM subsidi yaitu premium. Karena pembakaran mesin dengan bahan bakar pertamax lebih sempurna, gas CO yang terbentuk tentu saja lebih sedikit.

Tidak membebani APBN

apbnRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Salah satu sektor yang mengambil banyak bagian dari APBN digunakan untuk melakukan subsidi pada BBM. Hal ini terasa membebankan karena harga minyak dunia yang tak menentu padahal harga BBM subsidi harus dibuat tetap sepanjang tahun.

Sebenarnya, harga BBM di Indonesia sudah termasuk yang paling murah se-Asia Tenggara. Menurut website Global Petrol Prices, harga BBM paling mahal se-Asia Tenggara adalah Singapura dengan harga USD 1.59 per liternya sedangkan Indonesia dipatok USD 0.68 per liter, mirip dengan harga di Malaysia yaitu USD 0.54 per liternya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP