Meski harga BBM murah, harga pangan sulit turun
Merdeka.com - Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Thomas Darmawan menyebut turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar tidak akan berdampak pada penurunan harga pangan. Pasalnya, biaya transportasi di Indonesia masih tetap mahal meski harga Premium dan Solar kembali murah.
Menurut Thomas, biaya transportasi di Indonesia merupakan termahal di dunia. Hal ini terbukti dari survei yang dilakukan Study Asean Foundation.
"Hasil penelitian itu biaya angkut kita USD 34 sen per ton per Km. Sedangkan di Vietnam, China USD 22 sen. Walaupun BBM turun tetap mahal," kata Thomas di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Jumat (16/1).
Selain itu, turun atau naiknya harga pangan juga bergantung pada suplai dan demand. Saat ini suplai pangan terhambat karena musim hujan dan banjir. Alhasil harga pangan masih akan tetap mahal meski harga BBM mengalami penurunan.
"Ini tergantung suplai dan demand. Januari ini musim hujan, banjir. Sayur sayuran banyak rusak," katanya.
Kurangnya suplai kemudian diperparah dengan banyaknya pungutan liar di pengangkutan pangan. "Kita masih banyak pos pos bayar. Pos sumbangan preman masih minta di jalan. Solusinya memang tol laut," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya