Merugi Rp 29,4 triliun, PLN tak setor dividen 2013
Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak menyetor dividen tahun lalu lantaran merugi sekitar Rp 29,4 triliun. Kerugian itu didapat lantaran nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah.
"Selama tarif listrik dibawah biaya produksi ya rugi," ujar Manager Senior Komunikasi dan Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto di kantornya, Jakarta, Jumat (11/4).
Untungnya, PLN masih mendapat marjin usaha 6,5 persen dari pelaksanaan public service obligation (PSO) kelistrikan. Dengan demikian, Dari total anggaran subsidi listrik Rp 101 triliun, PLN mendapatkan Rp 6,56 triliun.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, pendapatan PLN dari pelanggan pada tahun lalu sekitar Rp 131 Triliun- Rp 140 triliun. Biaya operasional Rp 230 triliun dan subsidi pemerintah Rp 101 triliun.
"Secara usaha di setting untuk rugi, kemarin rugi karena selisih kurs, kewajiban kita banyak untuk memperluas jaringan," katanya.
Terlepas dari itu, kebutuhan listrik pada tiga bulan pertama 2014 tumbuh sembilan persen ketimbang periode sama tahun lalu.
Adapun konsumsi listrik dua bulan pertama 2014 sebesar 32 ribu Giga Watt Hour (GWH). Meningkat ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 29.500 GWH.
"Ya meningkat, ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi. Kalau pemilu malah turun karena banyak yang libur. Kan yang membutuhkan listrik besar itu industri," jelasnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya