Merpati tak diizinkan terbang ke Jeddah, Dahlan sindir Kemenhub
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sumringah begitu mendengar rencana PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang bakal menggarap pasar penerbangan umroh untuk rute Jakarta-Jeddah. Namun Dahlan harus menerima kenyataan pahit manakala maskapai penerbangan pelat merah itu tidak diizinkan terbang ke Jeddah oleh Kementerian Perhubungan.
Dahlan mengaku sudah mendapat laporan dari Dirut PT. MNA, Asep Ekanugraha. Kemenhub mengizinkan Merpati terbang ke Jeddah jika mampu membuktikan bisa kembali terbang di rute dalam negeri. Dahlan pun menyindir Kementerian Perhubungan.
"Soal logika saya, enggak bisa menerbangkan di dalam negeri justru. Terbang ke Jeddah itu solusi. Kita cari terbang kesana terus ke dalam negeri. Tapi kalau izin yang Jeddah baru dikeluarkan kalau penerbangan di dalam negeri sudah pulih, sama dengan tidak beri izin," jelas Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (3/3).
Dahlan menuturkan, sulit bagi Merpati untuk mengoperasikan penerbangan dalam negeri. Salah satunya karena persoalan utang sebesar Rp 7,3 triliun yang membelit tubuh perusahaan. "Nggak mungkin wong nggak punya uang. Susah," tegasnya.
Penerbangan Jeddah lebih masuk akal karena semua biaya operasional ditanggung pihak maskapai yang menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan Merpati. Dalam pandangannya, penerbangan ini bisa menyehatkan kembali Merpati. "Untuk ke Jeddah ditanggung oleh KSO, Modal kerja dan pesawat dari KSO," katanya.
Lantaran tidak mendapatkan lampu hijau untuk terbang ke Jeddah, dipastikan Merpati tidak akan terbang bulan ini. "Kita coba, kalau izin ke Jeddah nggak keluar sulit bagi Merpati," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya