Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Trenggono Lepas Ekspor 157 Produk Perikanan ke 3 Benua Senilai Rp 1 T

Menteri Trenggono Lepas Ekspor 157 Produk Perikanan ke 3 Benua Senilai Rp 1 T Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. ©2021 Merdeka.com/Anisyah Yusepa

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor produk perikanan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, sebagai penanda dimulainya Bulan Mutu Karantina (BMK) 2021. Total produk yang diekspor mencapai 11.637 ton atau senilai Rp1,012 triliun.

Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang menjadi pusat kegiatan bertajuk Indonesia Satu Ekspor pagi ini. Pelepasan ini diikuti pelepasan lainnya oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM KHP) di 22 bandara dan 23 pelabuhan laut yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ekspor produk perikanan dilepas ke-40 negara tujuan tersebar di Asia, Eropa dan Amerika. Komoditasnya terdiri dari 157 jenis perikanan dengan rincian perikanan hidup, segar, beku, dan produk olahan ikan.

"Saya meyakini bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita memotivasi semangat memajukan sektor kelautan dan perikanan lebih maju lagi, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung," ungkap Menteri Trenggono dalam keterangan resminya pada Rabu (14/4).

Dorong Peningkatan Daya Saing Produk RI

daya saing produk riRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Trenggono meminta para pegawai KKP memfasilitasi para pelaku usaha perikanan agar dapat eksis di pasar dunia. Baik dalam pendampingan, sertifikasi, profiling potensi pasar, hingga memperkuat peran sebagai quality assurance dari produk yang dihasilkan pelaku usaha.

Sementara untuk pelaku usaha, Menteri Trenggono mengimbau agar menerapkan prinsip sanitasi dan higienis yang baik dalam proses produksi. Selain itu juga memastikan bahan baku perikanan yang dipakai bukan hasil kegiatan illegal maupun destructive fishing. Hal ini agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan mutu, sehingga mampu bersaing di pasar global.

"Seluruh hal yang kita laksanakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional, sekaligus menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik," jelasnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP