Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Teten Blusukan Cek Pencairan Dana Bantuan UMKM Tepat Sasaran

Menteri Teten Blusukan Cek Pencairan Dana Bantuan UMKM Tepat Sasaran Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Rumah Produksi Ayam Kampung Olahan di Bogor. ©2020 Liputan6.com/Tira Santira

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan pemerintah akan terus menyalurkan Bantuan Produktif Presiden kepada sektor pelaku UMKM dengan kriteria tertentu sampai akhir Desember 2020. Pemerintah memberikan ruang bantuan dana hibah modal kerja Rp 2,4 juta ini sampai 20 juta penerima.

"Kita punya 18 juta data lagi yang sedang kami lakukan cleansing bersama dengan OJK lewat bank himbara," kata Menteri Teten dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Jumat (4/9).

Terkait data, Menteri Teten mengakui pihaknya belum memiliki data pelaku UMKM secara lengkap dan komprehensif. Sebab, ada banyak data kementerian dan lembaga yang mengurus UMKM dan belum terintegrasi.

Maka itu dia tengah mengumpulkan data pelaku UMKM dari berbagai pihak tersebut, mulai dari bank Himbara, dinas koperasi di tingkat provinsi, kota dan kabupaten dan lembaga lainnya. Namun, dalam proses menuju pencairannya, Kementerian Koperasi dan UKM ikut mengawasi.

"Kita pastikan betul ini tepat sasaran, penyalurannya juga kita pastikan," kata dia.

Bahkan, dia turut turun ke lapangan untuk memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran. Hasilnya, Teten menemukan fakta dana hibah modal kerja ada yang digunakan untuk menyambung hidup.

Selain itu, ada penerima bantuan yang tak langsung membelanjakan dana bantuan baik itu konsumsi atau modal kerja. Sebaliknya malah disimpan dengan berbagai macam pertimbangan.

"Kalau tidak dihabiskan tidak apa-apa, karena ini wajar, mental pengusaha. Membantu orang kecil itu mudaratnya sedikit, karena ini kepentingan rakyat sedang susah," kata dia.

Dorong Pencairan Anggaran Program Cegah Resesi

anggaran program cegah resesiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Teten menambahkan, dalam program pemulihan ekonomi nasional, pemerintah tengah berusaha menggulirkan dana kepada masyarakat. Cara ini dianggap paling tepat untuk mencegah terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat menurunnya daya beli masyarakat.

"Kalau kepentingan pemerintah sekarang yang penting uang bergulir ke masyarakat dan perkuat daya beli dan konsumsi naik," kata Menteri Teten.

Melalui cara ini diharapkan pertumbuhan ekonomi menjadi positif pada kuartal ketiga yang tinggal satu bulan lagi. Sehingga tidak terjadi resesi ekonomi akibat perlambatan ekonomi secara berturut-turut terjadi selama dua kuartal.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP