Menteri Susi targetkan stok ikan di 2020 capai 18 juta ton
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan dalam 3 tahun mendatang stok ikan di Indonesia mencapai 18 juta ton. Susi yakin targetnya bakal terpenuhi lantaran dalam dua tahun terakhir stok ikan terus bertambah dari tahun ke tahun terus meningkat.
"Saya target dalam 3 tahun ke depan stok ikan kembali ke 17-18 juta ton," kata Susi di Gedung BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta, Rabu (24/5).
Komisi Pengkajian Ikan Nasional (KPIN) mendata diawal pemerintahan Presiden Jokowi stok ikan di laut Indonesia hanya 6,5 juta ton. Kemudian, pada 2015 meningkat menjadi 9,9 juta ton. Terakhir, di 2016 tercatat ada 12 juta ton lebih stok ikan yang dimiliki Indonesia.
Susi menuturkan sebelum dia mengelola KKP, selama 10 tahun terakhir stok ikan di Indonesia terus menurun setiap tahunnya. Jumlah rumah tangga nelayan pun turun hingga setengahnya.
Namun, dalam 2 tahun terakhir, Indonesia mampu mengembalikan stok ikan yang diperbolehkan ditangkap secara berkelanjutan hampir 100 persen. Jumlah kapal dalam negeri yang bergerak melaut kembali sudah cukup banyak, dibanding kapal dulu sedikit berkurang, tapi tangkapannya naik luar biasa.
"Dari 2015 kapal berkurang tapi tangkapannya naik. Nilai tukar usaha nelayan sangat tinggi. Untuk pertama kali dalam sejarah, PDB perikanan di atas PDB nasional," ungkap Susi.
Susi menilai antusias masyarakat di sektor perikanan kian meningkat. Tak hanya ikan tangkap di laut budidaya ikan pun kian digandrungi masyarakat. Bila targetnya meningkatkan stok ikan di Indonesia tercapai, bukan tak mungkin mudah mendapatkan ikan di Indonesia sangatlah mudah.
"Kalau itu berhasil ikan akan dapat ditemukan di mana-mana termasuk pulau Jawa," katanya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya