Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi soal polemik cantrang: Pengusaha setop adu domba

Menteri Susi soal polemik cantrang: Pengusaha setop adu domba Susi Pudjiastuti. ©Efrimal Bahri

Merdeka.com - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal pelarangan penggunaan cantrang di nelayan menimbulkan polemik baru. Presiden Joko Widodo mengaku mendapat laporan dari nelayan kalau aturan ini menyulitkan mereka.

Presiden Jokowi bahkan akan memanggil Menteri Susi untuk mengklarifikasi hal ini. "Nanti kalau sudah berbicara dengan Menteri (Susi Pudjiastuti), saya akan sampaikan kebijakan untuk cantrang ini apa," kata Jokowi.

Menteri Susi tak tinggal diam menghadapi polemik ini, Susi meminta para pengusaha perikanan tangkap mendukung kebijakan pemerintah dengan mematuhi aturan larangan penggunaan cantrang. Dukungan ini menurutnya diperlukan pemerintah untuk mendorong tercapainya misi menjadikan laut masa depan bangsa dengan mewujudkan pilar keberlanjutan.

Dia menyayangkan, masih banyak pengusaha yang berbuat curang dengan mencoba mengadu domba berbagai pihak dan membuat fitnah dan pernyataan bohong demi keuntungan pribadi.

"Pada para pengusaha besar tolong setop untuk mengadu domba, lobi kanan kiri. Sudah, Anda semua sudah cukup berpesta zaman tidak ada aturan di laut ini. Sekarang kita mau atur karena laut tidak mau kita punggungi lagi. Kita ingin laut bisa memberi PDB (Produk Domestik Bruto) yang baik bagi negara. Supaya bisa menunjang program kesejahteraan," ungkap Menteri Susi di Bali seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/4).

Menteri Susi menyayangkan, banyaknya mafia yang menjadikan masyarakat sebagai alasan dan tameng untuk melawan kebijakan pemerintah demi keuntungan pribadi.

Menurut Menteri Susi, laut masa depan bangsa berarti bangsa Indonesia dari generasi ke generasi harus dapat hidup dari lautan. Caranya dengan menjaga sumber daya perikanan tetap ada dan tetap banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau diangkat terus dan habis, ya laut masa depan bangsa akan habis. Tinggal slogan saja," tambah Menteri Susi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi akan memanggil Menteri Susi. Jokowi mengatakan baru akan mengetahui apakah kebijakan tersebut akan dievaluasi atau tidak. Dia berjanji nantinya akan ada solusi terbaik bagi para nelayan.

"Ya saya kan ini akan melihat dulu lapangannya seperti apa, saya akan mengevaluasi kebijakan yang telah dilakukan oleh Menteri Susi, tetapi percayalah kalau kita akan memberikan solusi yang paling baik untuk nelayan, tetapi saya belum bertemu dengan Bu Susi," katanya.

Kepala Negara mengakui telah menerima keluhan dari nelayan terkait pelarangan penggunaan cantrang tersebut. Namun, Jokowi mengatakan dirinya harus seimbang dengan juga harus mendengar penjelasan dari Menteri Susi terkait alasan pelarangan.

"Ya ada satu, dua (nelayan) yang sudah saya dengar, tapi saya belum berbicara dengan Menteri Susi," ujarnya.

Terkait pelarangan cantrang, Jokowi mengatakan hal ini tak perlu dibawa ke rapat kabinet. Persoalan, kata dia, cukup hanya dengan memanggil Menteri Susi Pudjiastuti.

"Nggak (dibawa ke rapat kabinet) nanti nanti saya undang langsung saja Menteri Susi," ujarnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP