Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi siap pimpin demo jika kapal asing dilelang

Menteri Susi siap pimpin demo jika kapal asing dilelang Sertijab Menteri KKP Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beberapa bulan ini gencar menangkap kapal asing ilegal di laut Indonesia. Beberapa kapal telah ditenggelamkan, namun, ada sebagian disita untuk menambah aset negara.

Akan tetapi, Susi menyebut kapal yang disita malah dilelang oleh pengadilan perikanan. Hal ini tentu salah karena kapal yang dilelang bisa saja dibeli oleh kaki tangan asing.

Maka dari itu, Susi siap memimpin demo bersama nelayan lokal untuk menentang pelelangan oleh pengadilan.

"Saya meminta tangkap dan proses. Pengadilan perikanan kita boleh tenggelamkan dan sita untuk negara. Tidak untuk lelang. Nelayan Tanjung Balai (Sumatera Utara) silakan demo dan saya Ibu Menteri akan pimpin demo," kata Susi di Kantornya, Jakarta, Senin (5/1).

Susi mengakui, jika dilelang harga kapal sangat murah. Misalnya, di Pontianak, kapal dengan kapasitas 200 GT dilelang dan terjual cuma Rp 1,9 miliar. Padahal, harga normal kapal 30 GT saja dijual dengan harga hampir Rp 1 miliar.

"Ini lelang di Pontianak Rp 1,9 miliar, padahal kapal 200 GT. Dan yang dapat kaki tangan kapal asing tersebut," katanya.

Salah satu kasus lelang kapal yang membuat Susi kesal adalah di pengadilan Melabouh, Aceh. Seminggu sebelum menjadi menteri, pengadilan tersebut melelang 4 kapal dengan kapasitas 200 GT dan terjual Rp 100 miliar per buah.

Saat ini, Susi meminta agar keputusan pengadilan di Melabouh bisa ditinjau ulang dan dicabut. "Di Melabouh saya minta PK keputusan lelang kapal Thailand di Melabouh. Tidak mungkin dan tidak terima dilelang. Kapal ini dilelang dan didapatkan Hendri dari Muara Baru Jakarta yang menang. Saya minta ini tinjau ulang PK. Sita untuk negara," katanya.

Susi menyebut, empat kapal Thailand yang telah dilelang hingga saat ini belum bisa berlayar. Pasalnya, air laut di Aceh sedang surut. Maka ini saat yang tepat untuk memperkarakan.

"Angkat persoalan Melabouh ini. Sekarang air surut engga bisa kemana-mana. Kalau air pasang dia pergi. Ini kasih Tuhan dikasih air dangkal terus engga bisa pergi. Ini dilelang seminggu sebelum saya jadi menteri," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP