Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi resmi buka Forum Bisnis Kelautan dan Perikanan

Menteri Susi resmi buka Forum Bisnis Kelautan dan Perikanan Menteri Susi buka forum bisnis perikanan. Yayu ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti secara resmi membuka forum investasi dan bisnis bidang kelautan dan perikanan edisi bulan Februari. Forum bisnis bulan ini mengangkat tema 'Peran Jasa Logistik Dalam Mendukung Pengembangan Industri Perikanan Nasional'.

Forum ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari berbagai stakeholder mulai dari pemerintah pusat (KKP dan instansi K/L terkait), pemerintah daerah, asosiasi, pelaku jasa keuangan, pelaku jasa logistik dan pelaku usaha perikanan.

"Forum ini sebenarnya kita gagas sudah hampir dua tahun. Tiap bulan diadakan forum ini untuk tujuan menghidupkan peluang bisnis antara stakeholder sampai penggemar atau pelaku bisnis perikanan dan maritim di Indonesia," kata Menteri Susi dalam sambutannya, di Auditorium Gedung Mina Bahari IV Kementerian KKP, Jakarta, Senin (12/2).

Menteri Susi menjelaskan tujuan digelarnya forum investasi dan bisnis tersebut adalah untuk mengembangkan bisnis pada sektor perikanan. Sebab saat ini sektor perikanan meskipun memiliki potensi yang besar, namun masih belum tergarap secara maksimal.

"Dua tahun berjalan namun saya lihat masih banyak hal-hal yang semestinya kita semua improve dan perbaiki. Karena saya lihat kesan birokrasi, kesan seperti FGD itu masih ada terus. Ini bukan forum bisnis tapi seperti FGD bukan itu sebenarnya yang saya inginkan," ujarnya.

Menteri Susi ingin agar dalam forum investasi dan bisnis kali ini bukan hanya regulasi yang dibahas tetapi juga membuat peluang-peluang bisnis yang berdasarkan masukan dari para stakeholder.

Sebagai informasi, Forum investasi dan bisnis kelautan dan perikanan yang merupakan forum bisnis bulanan yang dilaksanakan setiap tanggal 11 hingga 12 setiap bulannya. Forum bisnis regular ini dirintis sejak era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada dua tahun yang lalu dan diharapkan menjadi jembatan antar pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, baik asing maupun dalam negeri.

Perbaikan distribusi dan logistik hasil perikanan dan penguatan daya saing, merupakan salah satu amanat yang diemban oleh KKP. Upaya mencapai tujuan tersebut di antaranya dengan melakukan perluasan pelaksanaan Sistem Logistik lkan Nasional (SLIN), hingga menugaskan BUMN bidang perikanan untuk melaksanakan usaha industri perikanan nasional yang bersifat perintisan dan strategis, di antaranya dalam bidang operator logistik seperti pengadaan, penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi, dan pengelolaan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT).

Dalam rangka implementasi tujuan tersebut, pada tahun 2017 lalu KKP telah menetapkan program pembangunan SKPT di 12 lokasi yaitu Sabang, Mentawai, Sebatik, Natuna, Talaud, Morotai, Biak, Mimika, Merauke, Saumlaki, Rote Ndao dan Sumba Timur, yang dirancang untuk menjadi export gateway.

Penguatan sistem rantai dingin untuk menjamin mutu produk perikanan juga dilakukan melalui pengadaan berbagai sarana dan prasarana di wilayah SKPT dan beberapa wilayah potensial perikanan. Misalnya pengadaan cold storage, ice flake machine, cool box, chest freezer, kendaraan berinsulasi dan lain-lain, sehingga dapat menjamin keberlanjutan suplai bahan baku, perbaikan kualitas dan peningkatan daya saing produk perikanan.

Dukungan sektor keuangan (bank dan non bank) juga sangat diperlukan untuk memastikan sistem distribusi ikan ini dapat berjalan efektif dan efisien, dan memberikan perlindungan kepada pelaku usaha atas kerugian yang mungkin terjadi selama proses distribusi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP