Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi prihatin kartel garam impor

Menteri Susi prihatin kartel garam impor garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti prihatin melihat permainan kartel garam impor. Untuk itu dia mendukung pembentukan tim monitoring.

"Kami setuju apa yang ditemukan Polda soal kebocoran garam, dan memang itu yang membuat kami prihatin. Kami akan kerja sama di tim monitor swasembada garam," ujar Susi di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Senin (21/9).

Dia juga sepakat juga kuota impor diganti dengan pengenaan tarif. Menurutnya, perubahan sistem itu bisa menjadi kendali impor garam.

"Jadi harus jelas supaya orang industri tidak pusing dan ketakutan, saya tidak bisa larang impor, tidak punya hak untuk melarang impor," katanya. "Intinya industri harus cukup kebutuhannya atas garam. Industri jangan melakukan penyalahgunaan lebih dari kebutuhan."

Terkait itu, Susi mengajak kementerian lain ikut membangun industri garam dalam negeri.

"Semua kami akan membangun produksi dalam negeri lebih baik. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perindustrian juga harus jaga jangan sampai kami bangun kualitas, tapi tata niaganya tidak dibantu," pungkas dia.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menugaskan tim monitoring bertugas menghitung kebutuhan produksi garam nasional dan impornya.

"Ada dugaan kebocoran dari aneka pangan ke konsumsi. Kalau industri mereka pemakai ke reguler, kami perkenankan impor berapa aja tapi tetap dilakukan post audit."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP