Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi: Kita harus kampanye ke restoran agar tak lagi jual sirip hiu

Menteri Susi: Kita harus kampanye ke restoran agar tak lagi jual sirip hiu Susi Pudjiastuti. ©Liputan6.com/Ilyas Praditya

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuka Simposium Hiu dan Pari di Indonesia ke-2 di Kantornya. Acara ini bertujuan menggali informasi mengenai data dan informasi untuk bisa dijadikan blue print dalam pengelolaan dan pelestarian hiu dan pari.

Dalam arahannya, Susi meminta kepada seluruh stakeholder yang terlibat untuk tidak hanya menggaungkan pelestarian hiu dan pari, melainkan juga harus ditindaklanjuti dengan aksi di lapangan.

Menurut Susi, sosialisasi dan kampanye harus dilakukan secara masif di lapangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, mulai dari pengusaha hingga ke restoran.

"Kita harus terjun ke lapangan, datangi restoran-restoran seafood untuk mengkampanyekan jangan lagi menjual menu dengan bahan sirip hiu," ujar Susi di kantornya, Rabu (28/3/2018).

Susi menceritakan, saat masih remaja, dirinya sering menemukan hiu dan pari ini di laut Indonesia. Namun saat ini hewan laut tersebut seakan langka ditemukan. Ada beberapa hal sebagai penyebabnya, salah satunya adalah mulai maraknya pembasmian hiu dan pari untuk dikonsumsi.

Ditambah lagi dengan banyaknya kapal-kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia dalam beberapa tahun lalu. Padahal, menurut Susi, keberadaan hiu dan pari dilaut ini menjadi satu rangkaian ekosistem penting kehidupan bawah laut.

Dicontohkannya, munculnya hiu dan pari di permukaan laut menandakan bawha akan ada musim panen ikan. Namun, jarang munculnya dua spesies tersebut menjadikan para nelayan kini sulit memperkirakan musim ikan.

"Namun setelah kapal-kapal asing yang mencuri ikan itu kita berantas, di beberapa lokasi perlahan mulai terlihat. Ini sebagai tanda kalau produktifitas sumber daya laut kita mulai kembali," ujarnya.

Tak hanya mengkampanyekan ke berbagai restoran, Susi juga meminta berbagai pihak untuk mensosialisasikan ke pengusaha dan para pejabat daerah. Sebab sampai saat ini di beberapa daerah penangkapan hiu dan pari ini masih menjadi tradisi.

Reporter: Ilyas Praditya

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP