Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi: Boleh impor garam, asal jangan bocor

Menteri Susi: Boleh impor garam, asal jangan bocor garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti tak masalah jika Kementerian Perdagangan membuka pintu impor garam untuk industri. Asalkan, komoditas itu tak merembes ke pasar.

"Sebetulnya yang penting itu tidak terjadi oligopoli dan monopoli. Boleh saja diimpor. Tapi tidak boleh bocor ke masyarakat itu membuat harga garam petani lokal hancur," katanya di kantor, Jakarta, Rabu (30/9).

Diakuinya, kualitas garam lokal masih belum memenuhi spesifikasi industri. Ini lantaran pabrik pengolahan atau refinery garam masih minim di Tanah Air.

Untuk itu, menurut Susi, pemerintah harus membuat kebijakan mendorong pembangunan refinery garam. Semisal, pengenaan tarif impor garam.

"Kalau kena tarif mahal, ujungnya mereka akan bikin pabrik dalam negeri," tuturnya. "Intinya, pemerintah harus membuat policy mendukung produktivitas dalam negeri."

Susi menilai, pembangunan refinery di Tanah Air juga dapat menciptakan lapangan kerja.

"Sudah saatnya pengusaha kita berorientasi manufaktur dan produksi. Itu juga yang presiden bicara, jangan cuma impor jadi," katanya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP