Menteri Susi akui kapal satgas antipencurian ikan minim persenjataan
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui kapal pemburu pelaku pencurian ikan minim persenjataan. Ini menjadi salah satu faktor membuat China meremehkan Indonesia.
"Kami memang masih kurang lengkap, buat menjaga laut Natuna, hampir seluas pulau jawa," katanya kepada wartawan di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Minggu (20/3).
Sebagai ilustrasi, satuan tugas pemberantasan pencurian ikan hanya memiliki kapal pengawas berukuran 100 gross tonnage. Kalah dibandingkan kapal costguard China yang berukuran di atas 1.000 GT.
Akibatnya, dini hari tadi, kapal penjaga pantai tersebut bisa merebut KM Kway Fey dari tangan Kapal Pengawas (KP) Hiu II.
Kejadian serupa terjadi pada 2013. Kala itu, KP Hiu Mascan 01 yang berhasil menangkap kapal China mendapat pengejaraan dari kapal RRC 310 Nanfeng dengan persenjataan lengkap.
"Kami hormati China. Tapi mereka tidak menghormati kedulatan negara kita dengan melanggar area teritorial," ujarnya.
Untuk itu, kata Susi, pihaknya akan protes keras arogansi Cina. Di sisi lain, Susi juga meminta peningkatan kapasitas penjagaan laut.
"Negara harus hadir dalam hal ini, kami minta perkuat dengan Command Control Center nantinya," katanya.
"Hadirkan KRI dengan frekuensi lebih sering dan lebih banyak untuk tangkal aktivitas Cina di laut Natuna yang masuk dalam klaim mereka." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya