Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Semester I Sekitar 3,1-3,3 Persen

Menteri Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Semester I Sekitar 3,1-3,3 Persen Sri Mulyani Enjoy Belanja Buah dan Sayuran di Pasar Santa. Instagram smindrawati ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 (Januari-Juli) hanya berkisar 3,1 sampai 3,3 persen. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi sempat kontraksi di kuartal I-2021 meski membaik di kuartal II-2021.

Pada kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencatatkan minus 0,7 persen. Sementara di kuartal II, Sri Mulyani tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen, sehingga membuat pertumbuhan positif selama enam bulan pertama.

"Keseluruhan semester I pertumbuhannya adalah di 3,1 hingga 3,3 persen, yaitu kuartal I minus 0,7 persen, kuartal II kita masih memperkirakan atau memproyeksikan pertumbuhan ekonomi ada di sekitar tujuh persen," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, (5/7).

Selain pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani memprediksi laju inflasi di semester I 2021 sekitar 1,33 persen. Kemudian tingkat suku bunga 6,59 persen, lebih rendah dari asumsi 7,29 persen untuk SBN 10 tahun.

Lalu nilai tukar rupiah Rp 14.599 per USD, lebih rendah dari asumsi Rp 14.600 per dolar AS. Serta harga minyak USD 62 per barel, lebih tinggi dari asumsi USD 45 per barel.

PPKM Darurat Ganggu Ekonomi

ganggu ekonomi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dia menyampaikan, untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi di semester II-2021 akan sangat bergantung pada penanganan kasus Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan kenaikan kasus covid-19.

"Kalau skenarionya itu akan cukup moderat yaitu bulan Juli sudah bisa dikendalikan dan Agustus sudah mulai ada aktivitas yang normal atau kemudian restriksinya dikurangi maka ekonomi masih bisa tumbuh di atas empat persen bahkan mendekati lima persen," ungkapnya.

Sebaliknya, apabila pembatasan melalui PPKM Darurat ini dilakukan lebih lama maka pertumbuhan ekonomi di semester II diprediksi terkontraksi empat persen. Kondisi ini yang menurut Menteri Sri Mulyani perlu diwaspadai oleh pemerintah ke depannya.

"Untuk itu, ketepatan imunitas yang bisa dimunculkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi sangat penting dan juga pelaksanaan protokol kesehatan, sehingga kondisi dari covid tetap bisa dikendalikan namun pemulihan ekonomi juga bisa dipertahankan," tandas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP