Menteri Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI 2022 Mampu Tumbuh 5,4 Persen
Merdeka.com - Kondisi perekonomian global yang tidak pasti membuat Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengoreksi prediksi pertumbuhan ekonomi 2022 dunia. Tak terkecuali untuk Indonesia.
"Proyeksi IMF turun 0,8 persen lebih rendah untuk tahun ini dan tahun depan juga akan lebih rendah 0,2 persen. World Bank juga melakukan hal yang sama, lebih rendah 0,1 persen untuk tahun ini dan 0,2 persen lebih rendah tahun depan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di kompleks DPR, Jakarta, Jumat (1/7).
Dua lembaga tersebut juga merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tahun ini IMF menurunkan proyeksinya menjadi 5,3 persen dari semula optimis bisa tumbuh 5,4 persen. Namun tahun depan, perekonomian Indonesia diramal IMF bisa tumbuh 6,0 persen.
"Tahun depan ekonomi Indonesia lebih baik, maka outlooknya 5,3 persen tahun ini dan 6,0 persen tahun depan," kata dia.
Sementara, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional di semester II tahun ini berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,5 persen. Sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun bisa mencapai 5,4 persen.
"Kita prediksikan buat gross tahun ini di kisaran 4,9 persen hingga 5,4 persen," kata dia.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKata Menteri Sri Mulyani, pemerintah akan menjaga momentum pemulihan ekonomi yang saat ini sudah terlihat sangat kuat. Tercermin dari mobilitas masyarakat yang tinggi dan impor bahan baku dan barang modal yang melonjak.
"Impor bahan baku melonjak tinggi 33,9 persen grossnya, dan barang modal 22,9 persen," kata dia.
Selain itu konsumsi listrik rumah tangga dan industri naik hingga 16,4 persen. Hal ini menunjukkan aktivitas di sektor manufaktur terus meningkat dan telah melewati posisi sebelum pandemi di tahun 2019. Begitu juga dengan belanja rumah tangga yang semakin meningkat.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya