Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani Mengaku Program PEN Didesain Utama Tangani Aspek Kesehatan

Menteri Sri Mulyani Mengaku Program PEN Didesain Utama Tangani Aspek Kesehatan Menteri Keuangan Sri Mulyani rapat kerja dengan Komisi XI DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) didesain pertama kali untuk masalah kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 menyasar masalah kondisi kesehatan manusia, kemudian berdampak pada sosial dan ekonomi.

"Maka PEN desainnya adalah satu, yang utama adalah masalah kesehatan, anggarannya luar biasa meningkat," kata Menteri Sri Mulyani dalam Webinar IAEI, secara virtual, Selasa (6/4).

Di sektor kesehatan, program PEN didukung untuk pemberian insentif kepada tenaga kesehatan dan dokter. Selain itu juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan, membayar pasien covid, menciptakan fasilitas isolasi seperti wisma atlet, dan membayar beberapa hotel untuk isolasi, hingga program vaksinasi.

"Berapa biaya untuk mencapai herd immunity, itu total sampai Rp172 triliun," imbuhnya.

Selanjutnya

menteri sri mulyani mengaku program pen didesain utama tangani aspek kesehatanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain sektor kesehatan, program PEN juga ditujukan untuk perlindungan sosial terhadap masyarakat Indonesia yang paling rentan. Adapun sebanyak 40 persen masyarakat rentan telah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

"Maka ada bantuan sosial, ini karena rakyat tidak bisa menunggu dan harus diberikan langsung," jelasnya.

Bendahara Negara itu melanjutkan, pemerintah juga membantu UMKM melalui progam PEN. Sebab pemerintah sadar semenjak pandemi Covid-19, UMKM banyak terdampak dan mengalami kerugian karena tidak beroprasi akibat adanya PSBB atau PPKM.

"Karena mereka biasanya berdagang dan karena ada pembatasan mobilitas maka mereka tidak memiliki pendapatan. Maka mereka dibantu," jelasnya.

"Kita juga bantu pemda dan sektoral untuk bangkit, mereka terpukul sangat dalam, sektor pendidikan, semua belajar dari rumah, maka internet harus diberikan. Pesantren juga diberikan fasilitas internet, itu semua menggunakan APBN, belanja negara," sambung dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP