Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani Lihat Dampak PPKM Mulai Reda Memasuki Agustus

Menteri Sri Mulyani Lihat Dampak PPKM Mulai Reda Memasuki Agustus Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut, pemulihan perekonomian global terus berlanjut seiring optimisme yang masih tinggi, ditunjukkan oleh rebound pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 di berbagai negara G-20 dan ASEAN. Pertumbuhan ekonomi domestik pun hingga kuartal II-2021 menunjukkan sinyal positif.

Mobilitas masyarakat sempat tertahan hingga ke level negatif 17,7 pada pertengahan Juli, namun kemudian kembali naik secara konsisten hingga awal minggu ketiga bulan Agustus sejalan dengan kasus Covid-19 yang terkendali.

"Dampak dari PPKM memang mengalami penurunan semua mobilitas, namun pada bulan Agustus semuanya membalik kembali. Retail dan rekreasi sudah mulai meningkat, grocery dan farmasi sudah mulai membalik lagi, dan secara agregat membalik. Ini adalah kunci penting, yaitu bagaimana kita tetap mengendalikan covid dan tetap bisa melakukan aktifitas ekonomi," kata Menteri Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (25/8).

Sementara itu, penurunan tingkat keyakinan masyarakat relatif terjaga di masa penyebaran varian Delta dan lebih baik dibandingkan periode awal pandemi. Di sisi lain, konsumsi listrik secara konsisten tumbuh positif selama empat bulan terakhir, didukung pertumbuhan listrik industri seiring subsidi listrik yang diberikan Pemerintah.

"Hal ini juga mengindikasikan bahwa sektor industri masih dapat beroperasi selama masa PPKM. Selanjutnya, Neraca Perdagangan bulan Juli menunjukkan surplus senilai USD2,59 miliar atau terakumulasi sebesar USD14,42 miliar dari Januari 2021 didukung pertumbuhan ekspor-impor," ujar Menteri Sri Mulyani.

Kinerja ekspor mengalami pertumbuhan sebesar 29,32 persen (yoy), dikontribusikan oleh ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, besi dan baja dasar, dan gas alam. Pertumbuhan ekspor terutama didorong oleh faktor kenaikan harga komoditas global.

Kondisi Kuartal II Kembali Seperti Sebelum Pandemi

ii kembali seperti sebelum pandemiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara, kinerja impor tumbuh sebesar 44,44 persen (yoy), didorong pertumbuhan impor bahan baku dan barang modal yang masih positif. Hal tersebut mengindikasikan aktivitas produksi masih dapat berjalan dengan adaptasi protokol kesehatan yang ketat di tengah PPKM Level 4.

Kontraksi ekonomi yang terjadi di Indonesia pada 2020 tidak sedalam yang dialami negara lain. Di samping itu, rebound di kuartal II-2021 berhasil membawa PDB riil Indonesia kembali ke level pre-pandemi, sementara PDB riil negara lain khususnya di ASEAN, masih di bawah level pre-pandemi.

Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan langkah antisipatif dan responsif terhadap dinamika yang ada. Peran stimulus fiskal dan APBN terus ditingkatkan sebagai upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi sejalan dengan peran aktif masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan keikutsertaan program vaksinasi untuk mencapai target herd immunity di akhir 2021.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP