Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani beberkan beda pengelolaan aset negara zaman dulu dan sekarang

Menteri Sri Mulyani beberkan beda pengelolaan aset negara zaman dulu dan sekarang Sri Mulyani di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi terhadap 18 stakeholders yang memiliki kinerja terbaik dalam mengelola kekayaan negara. Apresiasi tersebut merupakan bagian peringatan pencapaian Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam satu tahun terakhir, di mana 100 persen atau 126 unit aset telah dilakukan pengamanan fisik.

"Ini merupakan tahun ke dua bagi LMAN, tetapi institusi ini memiliki ambisi 200 tahun ingin mengabdi kepada negara. Saya menghargai LMAN terus meningkatkan kapasitas, di usia yang belia masih dua tahun," ujar Menteri Sri Mulyani di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (9/1).

Menteri Sri Mulyani mengatakan pengelolaan aset negara saat ini berbeda dengan sebelumnya. Di mana sebelumnya aset hanya dicatatkan dan dibukukan dalam pembukuan negara.

Di masa sekarang, aset tersebut sudah dikelola untuk turut mendongkrak penerimaan negara. "LMAN adalah institusi yang masih muda. Oleh karena itu, dalam pengelolaan negara, ujian bagaimana mengelola aset akan berbeda dibanding sebelumnya. Ke depan, seperti yang saya sampaikan kita memang harus memiliki mindset yang berbeda mengelola aset," jelasnya.

"Dalam konteks ini lahirnya LMAN tidak lepas dari kultur perubahan pemerintah mengelola aset. Kalau dulu hanya dievaluasi, dipertanggungjawabkan sekarang dituntut memanfaatkan sesuai dengan the best dan highest use. Ini cara berpikir berbeda," tambahnya.

Untuk itu, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut berharap LMAN terus dapat meningkatkan kinerjanya dalam mencatat dan mengelola aset kekayaan negara. Hal tersebut harus terus dilakukan agar Indonesia dapat setara dengan negara maju.

"Di dalam konteks ini, saya ingin menularkan suatu revolusi cara berpikir mengelola aset di Republik Indonesia. Saya berkali-kali menyampaikan di Kemenkeu. Bedanya negara maju dan non maju dari income per kapita. Di low income itu, masyarakatnya kerja terus menerus tapi penghasilannya sedikit. Di negara high income aset yang kerja, masyarakatnya main golf dan bahkan ongkang ongkang kaki," jelasnya.

Sebagai informasi, apresiasi pengelolaan aset negara terbaik diberikan kepada 18 stakeholder. Di antaranya Ditjen Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Kepala BLU Bidang Pendanaan BPJT, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara dan Kantor Pertanahan Kota Medan.

Kemudian kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Gempol Pasuruan, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Pandaan Malang, PT Jasa Marga (Persero), PT Hutama Karya (Persero), Sekretaris Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Alen Saputra

Apresiasi juga diberikan kepada Departemen Operasional, Treasuri dan Pinjaman Bank Indonesia, PT Pertamina (Persero), PT Perta Arun Gas (PAG), PT BADAK NGL, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Puri Casablanca dan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance, serta Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP