Menteri Sofyan Target Pembahasan RUU Pertanahan Selesai Pertengahan 2020
Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyebut bahwa pemerintah dan DPR sudah sepakat untuk membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan pada awal 2020. Dia berharap pembahasan itu akan selesai pertengahan tahun 2020.
"Mudah-mudahan dalam enam bulan pertama tahun 2020 beres," kata Sofyan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11).
Sofyan menjelaskan, RUU tersebut tidak akan dibahas lagi dari dari awal karena masuk dalam RUU yang di carry over. Namun, semua itu tergantung kesepakatan dengan DPR.
"Tapi sangat tergantung anggota DPR sebagian besar anggota DPR baru kan. Nanti kita akan lihat dinamikanya. Tapi sebenarnya substansi-subtansi yang sudah disepakati dan tidak kontroversial saya pikir engga ada masalah," ungkapnya.
Dia mengatakan sudah tidak ada lagi pasal-pasal kontroversial dalam RUU tersebut. Tetapi DPR san pemerintah akan tetap membuka ruang diskusi dengan masyarakat yang beberapa waktu lalu sempat mengkritisi pasal-pasal salam RUU tersebut.
"Cuma kan yang kontroversial itu kita akan bicarakan. LSM keberatan, apa masalah mereka keberatan, kita diskusi, akan ada dengar pendapat lagi," ucapnya.
Sepakat Bahas RUU Pertanahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelumnya, Komisi II DPR dengan pemerintah sepakat untuk kembali membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan. Pembahasan itu akan dimulai pada Januari 2020.
"Ya dimulai nanti pembentukan panja. Jadi nanti di awal masa sidang berikutnya itu masuk tanggal 10 (Januari) kita sudah membentuk panja-panja termasuk panja RUU yang mau kita selesaikan dalam tahun pertama ini," kata Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya