Menteri Sofyan akui penerapan sistem perizinan online agak sulit
Merdeka.com - Pemerintah menargetkan penerapan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara online pada Maret 2018. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mempermudah bisnis di Tanah Air.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengakui mengubah sistem perizinan dari manual ke online memang tidak mudah. Meski demikian, pemerintah telah memiliki strategi agar hal tersebut bisa tercapai.
"Selama ini (perizinan) harus manual misalkan nanti secara elektronik. Walaupun agak sulit kita akan terus coba memperbaiki," ujar Sofyan di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/11).
Salah satunya melalui pembentukan satuan tugas (satgas) kemudahan berusaha agar penerapan perizinan ini tetap terlaksana. Mengingat, pemerintah menargetkan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) di Indonesia berada di posisi 40 pada tahun 2020.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya