Menteri Saudi ingatkan harga minyak dunia akan naik di akhir tahun
Merdeka.com - Menteri perminyakan dan energi Arab Saudi, Khalid Al Falih memprediksi harga minyak dunia akan naik hingga jadi USD 60 per barel di akhir tahun ini. Kenaikan harga minyak akan terjadi bahkan tanpa bantuan OPEC.
"Hal paling benar untuk dilakukan hari ini adalah memantau pasar dan membiarkan pasar bekerja. Ini sudah bekerja dan kami terus mendukung," ucap Falih sambil menyinggung penurunan produksi minyak negara non-OPEC seperti dilansir dari CNN Money, Jumat (3/6).
Falih mendukung pernyataan yang pernah dikeluarkan menteri perminyakan Arab Saudi sebelumnya yaitu Ali al-Naimi yang mengatakan bahwa harga minyak hingga akhir tahun akan menyentuh level USD 60 per barel.
"Ini sangat mungkin dan harga akan cenderung lebih tinggi lagi di 2017," kata Falih.
Meski demikian, Falih mengingatkan bahwa harga minyak yang saat ini di bawah USD 50 per barel kurang menarik untuk investasi ladang minyak.
Sebelumnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali gagal menetapkan kuota produksi minyak setelah melakukan pertemuan yang diadakan di Wina, Kamis.
Setelah pertemuan yang berlangsung empat jam, para menteri minyak OPEC gagal menyepakati sebuah batas atau pagu produksi, dan memutuskan untuk bertemu lagi di Wina pada 30 November mendatang. Ini adalah kali kedua OPEC telah gagal untuk menentukan pagu produksi pada konferensi di Wina, setelah pertemuan musim dingin lalu.
Menurut laporan media yang ditulis Antara, Iran ingin pagu produksi minyaknya mencapai tingkat pra-sanksi, sementara negara-negara anggota lainnya berpegang pada kuota yang berbeda, yang Arab Saudi tidak setuju.
"Tanpa kuota negara, OPEC tidak bisa mengendalikan apa-apa," ungkap Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya