Menteri Saleh: Pekerja mantan napi masih dipandang rendah perusahaan
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan mantan narapidana kerap kesulitan untuk mencari pekerjaan. Padahal, kualitas tenaga kerja mantan narapidana ini tidak kalah dengan pekerja lainnya.
Dia mengakui masih banyak perusahaan masih memandang rendah terhadap tenaga kerja mantan narapidana. "Mereka tidak kalah kok, produk mereka yang furniture di Cirebon di ekspor ke beberapa negara seperti Turki dan beberapa negara Eropa lainnya," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/4).
Pihaknya tidak menutup kemungkinan membangun industri kecil yang pekerjanya khusus mantan narapidana. Hanya saja, dirinya masih harus melakukan beberapa evaluasi.
"Disinilah kita undang mitra-mitra pihak ketiga. Tenaga kerja sudah siap. Tentu akan sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha. Kalau punya insting sebagai pengusaha ini kesempatan untuk kerja sama," ujar Menteri Saleh.
Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly juga mengatakan hal senada. Menurutnya, di balik citra buruk seorang mantan napi, masih banyak tangan-tangan kreatif yang siap dipekerjakan.
"Lihat produk mebel kita yang di Porong, Sidoarjo itu di ekspor sampe Korsel. Ada beberapa sarung tangan baseball sampe ke Amerika Serikat. Masih banyak hasil tangan kreatif napi," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya