Menteri Saleh: Impor pakaian bekas picu PHK di industri tekstil
Merdeka.com - Perlambatan ekonomi nasional mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri padat karya, terutama tekstil. Selain, ada sejumlah faktor menjadi pemicu pecat massal buruh tersebut.
Diantaranya, arus deras barang impor ilegal berharga murah dan berkualitas rendah.
"Yang paling kentara adalah impor pakaian bekas. Meski dilarang tetapi tetap masuk ke Indonesia dan ini memukul industri tekstil kita dan turut menyebabkan pemutusan hubungan kerja," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam siaran persnya, Selasa (23/6).
Kemudian, melemahnya permintaan ekspor dari mitra dagang Indonesia. Ini menyebabkan stok membludak di dalam negeri dan harus bersaing dengan barang impor dengan harga kompetitif.
"Keduanya bisa jadi penyebab juga kenapa PHK di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dan alas kaki serta industri tembakau terjadi," jelasnya.
Di sisi lain, industri dihantam penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi.
"Daya saing industri tergerus karena biaya energi mencekik yaitu listrik dan gas."
Atas dasar itu, Salah berjanji bakal memercepat realisasi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dan program restrukturasi permesinan industri tekstil dan alas kaki.
Sementara secara jangka panjang, dilakukan melalui pemberian stimulus fiskal dan pemberian kredit. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya