Menteri Rini: Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung banyak gunakan tenaga kerja lokal
Merdeka.com - Menteri BUMN, Rini Soemarno mengklaim proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap mengutamakan penggunaan pekerja lokal. Ini dikarenakan mega proyek tersebut esensinya adalah untuk meningkatkan kesejahtaraan masyarakat di masa depan.
Tidak hanya saat proyek tersebut rampung, saat pengerjaannya-pun dikatakan Rini sudah dan akan banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Namun, beberapa posisi untuk jabatan profesional teknis memang masih didatangkan dari China.
"Jadi lebih banyak pekerja lokal tapi secara teknologi itu memang masih memakai interior dari mereka," kata Rini di lokasi proyek kereta cepat di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (2/5).
Dijelaskannya, proyek yang bekerja sama dengan China Railway Corporation (CRC) ini memang baru yang pertama kali di Indonesia. Dengan demikian banyak menggunakan teknologi canggih.
Seperti dicontohkan dalam pengerjaan 13 titik terowongan. "Kini dari China sehubungan dengan kereta cepat mereka menekan bahwa mereka memberikan teknologi yang terbaik yang mereka sudah test dan miliki untuk bisa diimplementasikan di Jakarta-Bandung," tambah Rini.
Namun demikian, dengan mengedepankan transfer teknologi, beberapa pekerja dari PT Wijaya Karya (Persero) telah dan akan terus dikirim ke China untuk menjalani pelatihan. Dengan demikian ke depannya Indonesia mampu membuat proyek yang serupa dengan tingkat konten lokal yang lebih tinggi.
"Secara teknologi kita masih belajar dari CRC, tapi kita juga sudah komitmen untuk kita belajar dari mereka. Sehingga Wika sebagai partnernya juga mengirim orang-orang ke China ataupun bersama-sama melakukannya," pungkas Rini.
Reporter: Ilyas Praditya
Sumber: Merdeka.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya