Menteri Rini minta perusahaan BUMN bantu sektor pendidikan
Merdeka.com - Menteri BUMN, Rini Soemarno meresmikan gedung asrama putri di Pondok Pesantren Al Falak, Pagentongan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2). Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo serta Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Wika) Novel Arsyad.
Dalam sambutannya, Rini meminta kepada seluruh perusahaan-perusahaan milik negara untuk lebih banyak menyalurkan bantuannya ke sektor pendidikan. Menurut Rini, kehadiran negara di sektor pendidikan sangat penting dibutuhkan bagi anak-anak agar mereka bisa mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
"Kami sangat mendukung pendidikan, tentu juga untuk menjaga anak-anak di sini menimba ilmu lebih nyaman," ucap Rini.
Rini mengaku, telah beberapa kali mengecek pengerjaan renovasi asrama putri Pondok Pesantren Al Falak Bogor ini. Ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pengerjaan renovasi asrama itu dapat selesai tepat waktu.
"Empat bulan renovasi, alhamdulilah selesai. Ternyata Mandiri dan Wika (Wijaya Karya) ini lancar. Jadi memang, kami memohon doa untuk BUMN kita ini dapat terus tumbuh menjadi lebih baik. Sehingga kita bisa berbuat lebih baik lagi ke depannya," tutur Rini.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, renovasi asrama Pondok Pesantren Al Falak ini disalurkan melalui bantuan kepedulian sosial atau CSR senilai Rp 984,7 juta.
Dirinya menyebut, aktivitas renovasi yang dilakukan antara lain perbaikan fisik bangunan dan penambahan beberapa ruangan, seperti kamar santri, kamar mandi dan dapur untuk memfasilitasi kegiatan harian santri di asrama putri tersebut.
"Bantuan ini menunjukkan keinginan kuat perseroan untuk terus berupaya memakmurkan negeri tidak hanya melalui aktivitas bisnis, tetapi juga kegiatan sosial kemasyarakatan," sebutnya.
Lebih lanjut, implementasi program CSR Bank Mandiri dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu pencapaian kemandirian, edukasi, dan kewirausahaan. Hal itu dicapai dengan melaksanakan program Wirausaha Muda Mandiri dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin di masa depan yang siap dengan persaingan global.
"Kami juga membentuk komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri Bersama Mandiri yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat atau komunitas secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses," tutur dia.
Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Wika) Novel Arsyad mengungkapkan, pihaknya juga turut berkomunikasi dalam pelaksanaan renovasi asrama santri Al Falak tersebut. Kata Novel, anggaran yang dikeluarkan oleh Wika untuk membantu renovasi itu mencapai Rp 211,3 juta.
"Dukungan berupa renovasi ini merupakan bentuk komitmen dan salah satu fokus CSR WIKA untuk menghasilkan generasi terbaik melalui sektor pendidikan," kata Novel.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya