Menteri Rini minta BUMN ekspansi bisnis ke Myanmar
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong sejumlah perusahaan milik negara untuk mengembangkan bisnis di Myanmar guna menangkap peluang investasi di negara tersebut.
Menurutnya, situasi politik dan keamanan di Myanmar yang semakin kondusif, sehingga layak menjadi tujuan investasi asing.
"Myanmar sedang gencar membangun ekonomi. BUMN-nya banyak yang rugi, sehingga mereka menawarkan kerja sama dengan BUMN Indonesia masuk ke sejumlah sektor ekonomi," kata Rini seperti dikutip Antara, Sabtu (8/10).
Dia menambahkan, banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan antar kedua negara. Seperti di sektor kelistrikan, Indonesia bisa membantu Myanmar memenuhi kebutuhan listriknya, mengingat tingkat elektrifikasi di Myanmar masih sangat rendah atau hanya sekitar 32 persen.
"PLN saat ini sedang mengikuti tender pembangunan transmisi listrik, termasuk untuk perbaikan atau audit sejumlah pembangkit listrik yang sudah berusia tua," ujarnya lagi.
Selain itu, Pertamina juga sedang mengikuti tender pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan mengembangkan usaha ritel di sana.
"Dalam dua pekan ke depan tender pembangunan SPBU sedang dilakukan. Pertamina bersaing dengan Indian Oil untuk menjadi pemenang tender," ujarnya lagi.
Di sektor telekomunikasi, PT Telkom Internasional (Telin) anak usaha Telkom Indonesia juga tengah mengembangkan jaringan internet. Termasuk kemungkinan menjadi investor pada salah satu perusahaan seluler.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya