Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Rini hidupkan kembali ide pembentukan holding BUMN Dahlan

Menteri Rini hidupkan kembali ide pembentukan holding BUMN Dahlan Pelantikan Pejabat BUMN oleh Menteri Rini Soemarno. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian ‎Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana melakukan penggabungan atau pembentukan holding perusahaan BUMN. Tujuannya agar BUMN memiliki daya saing dan cipta tinggi sehingga mampu unggul di pasar global.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sejauh ini rencana pembentukan holding masih dalam tahap analisa. Pemerintah masih mengkaji skema bagaimana bentuk holding, pola kerja, dan lain sebagainya.

"Holding ini sedang kami analisa. Pro kontra memang ada dari usaha bisnis itu sendiri," ujar dia di Kantornya, Jakarta, Senin (27/7).

"Umpamanya seperti PT Perkebunan Nusantara III itu kan sebenarnya ada aktivitas perkebunan kelapa sawitnya. Apakah (termasuk kegiatan usaha) di holding itu atau bikin anak usaha khusus yang menjalankan proses itu? Ini struktur yang sedang kita analisa," jelas dia.

Menteri Rini juga mencontohkan, holding energi dan kelistrikan. Menurutnya, holding kelistrikan akan bersangkutan dengan konsep energi terbarukan. Maka perlu dikaji berapa banyak anak usaha dan bisnis yang perlu dimasukkan dan ikut andil.

"Untuk holding energi sendiri sekarang juga masih dalam tahap analisa, karena masih banyak yang harus dikaji lebih mendalam," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan pembentukan Holding BUMN Perkebunan dan Holding BUMN Kehutanan rampung sebelum terbentuknya pemerintahan baru. Peraturan Pemerintah (PP) pembentukan holding Kebun dan Kehutanan diperkirakan keluar akhir September 2014.

Menurut Dahlan, surat persetujuan pembentukan holding BUMN Kebun dan Kehutanan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dikeluarkan 8 Agustus 2014. "Presiden sudah setuju, tinggal menunggu PP-nya," ujarnya.

Dia menegaskan, pada Sabtu (16/8) Dahlan, dirinya sudah memanggil seluruh direksi dan komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I-XIV, dan PT Inhutani I-IV. "Semua pertanyaan soal pembentukan holding dari direksi dan termasuk dari Serikat Pekerja kedua BUMN tersebut sudah dijelaskan. Semuanya clear, pasti dilaksanakan. Ini keputusan negara," katanya.

Pembentukan holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan bagian dari program perampingan jumlah BUMN sehingga lebih efisien dan menciptakan perusahaan kebun plat merah berskala besar. Dalam kajiannya BUMN menyebutkan dengan terbentuknya holding BUMN Perkebunan maka diproyeksikan mampu menciptakan laba bersih naik hingga 400 persen, dibanding berdiri sendiri yang masing-masing tumbuh 3,5 persen per tahun.

Dahlan memastikan, dalam dua tahun terbentuknya Holding Perkebunan itu maka kinerja keuangannya akan mampu menyamai perkebunan swasta terbaik di Tanah Air yang rata-tumbuh 16 persen per tahun. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP