Menteri Rini: Empat BUMN segera buyback saham, dananya dari internal
Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyarankan sejumlah perusahaan BUMN melakukan pembelian kembali (buy back) saham. Langkah ini sebagai strategi menyelamatkan saham perusahaan BUMN dari kondisi pasar modal yang tengah tak bergairah.
Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan akan ada empat perusahaan BUMN yang melakukan buyback saham dalam waktu dekat. Yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero). Alasannya jelas dan masuk akal.
"Sebab, jumlah (penurunan saham) cukup besar," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/9).
Terkait jumlah saham yang akan dibeli kembali, masih dalam proses penghitungan. Terpenting, tujuan rencana aksi korporasi ini membeli kembali saham dengan harga murah.
Rini mengaku tidak khawatir alokasi dana untuk pembelian kembali saham tersebut. Sebab tidak menggunakan anggaran negara.
"Dananya dari internal. Yang penting kita ketahui bahwa perusahaan yang cukup aktif di pasar modal adalah asuransi dan dana pensiun. Jadi mereka harus investasi untuk dana-dananya," jelas dia.
Sebagai informasi, pada 1 September 2015, manajemen Bukit Asam mengumumkan rencana buy back saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pembelian kembali saham juga mencerminkan kinerja perseroan dengan mengacu pada Surat Edaran OJK No. 22/SEOJK.04/2015 tanggal 21 Agustus 2015 tentang Kondisi Lain sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuatif dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik.
Bukit Asam akan melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI dalam waktu tiga bulan sejak informasi yang diberikan kepada otoritas pasar modal. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya