Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Rini buka opsi tutup Merpati Airlines

Menteri Rini buka opsi tutup Merpati Airlines Merpati. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah belum menemukan jalan keluar mengatasi persoalan lilitan utang Merpati Nusantara Airlines sebesar Rp 7,5 triliun. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru memunculkan opsi menutup Merpati jika tak kunjung menemukan solusi atas persoalan ini.

"Belum, jadi masih dianalisa secara mendalam. Sedang dilihat jalan terbaiknya gimana. Ada opsinya Merpati ditutup," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/12).

Rini menegaskan utang Merpati terus bertambah setiap tahunnya. Apalagi, Merpati sudah tidak memiliki aset untuk dijual. Kalaupun masih ada, aset Merpati tidak sebesar utang yang membelit maskapai penerbangan perintis itu.

"Kalau kita lihat sekarang untuk operasionalnya nggak mudah. Utang-utang yang ada selama ini sudah dijaminkan dengan aset-aset Merpati, karena nilai aset Merpati tidak sebesar utangnya. Tapi ini masih kita upayakan," kata dia.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini menambahkan, Danareksa dan Kementerian BUMN sudah mencari investor untuk menanamkan modalnya di Merpati. Namun, syarat mutlak yang harus dipenuhi investor adalah menyelesaikan utang Merpati.

"Investor itu harus bisa lakukan penyelesaian utang-utang dengan karyawan. Itu jadi syarat mutlak," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP