Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Rini batalkan pembentukan holding BUMN jasa konstruksi

Menteri Rini batalkan pembentukan holding BUMN jasa konstruksi Rini Soemarno. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri BUMN, Rini Soemarno menegaskan bahwa pihaknya masih terus menggodok rencana pembentukan holding atau penggabungan perusahaan BUMN. Ada sedikit perubahan rencana, di mana Rini hanya akan membentuk 5 holding BUMN atau berubah dari rencana awal yaitu 6 holding BUMN.

Dari pembentukan holding ini, Rini menyebut bahwa aturan yang baru akan selesai adalah soal penggabungan Pertamina-PGN atau holding BUMN energi.

"PP (Peraturan Pemerintah) yang sudah ada di Setneg itu yang Pertamina, tapi yang lain sedang diselesaikan. Akhirnya yang tadinya holding 6 jadinya 5 sektor saja yaitu energi, infrastruktur jalan tol, perumahan yang tujuannya untuk perumahan rakyat, pertambangan, dan jasa keuangan," ucap Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/7).

Meski demikian, PP untuk penggabungan Pertamina-PGN belum ditandatangani hingga saat ini. "PP belum diteken, hanya yang sudah di Setneg baru yang energi yang Pertamina. yang lain finalisasi."

Soal pengurangan jumlah holding, Rini membatalkan untuk membentuk holding BUMN sektor jasa konstruksi dan rekayasa (engineering, procurement, construction/EPC). Menurutnya, penggabungan BUMN sektor EPC tidak diperlukan.

"Tadinya kita ingin buat holding EPC, ternyata setelah kita lihat tidak perlu," kata Rini.

Salah satu perusahaan entitas usaha BUMN yang bergerak di bidang EPC, yakni PT Rekayasa Industri, menurut Rini telah memiliki performa yang bagus. Rencananya, entitas usaha PT Pertamina (Persero) yang memiliki bisnis serupa akan disinergikan dengan Rekind.

"Karena Rekind sudah bagus dan ada satu anak Pertamina, sehingga nanti kita lihat di situ," tuturnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP