Menteri Pertanian: Harga cabai turun, kasihan petani
Merdeka.com - Belum lama ini Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, harga cabai sudah mulai mengalami penurunan sebesar 12 persen. Tambahan pasokan cabai dari berbagai daerah terbukti cukup berperan menurunkan harga.
Namun sesungguhnya, turunnya harga cabai disebut-sebut membuat petani menderita. "Pertanyaan saya harga Rp 2.000 pernah bapak-bapak rasakan? Kasihan petani," ujar Amran, di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Di tengah turunnya harga cabai nasional, Amran meminta pelaku industri lebih pro aktif. Tujuannya agar harga cabai tidak semakin jatuh dan membuat petani semakin terpuruk. Peran industri bisa menjaga stabilitas harga cabai.
"Ini harga petani juga, semua berkontribusi. Ini kan panen puncak harga turun sampai Rp 2.000, Rp 4.000, Rp 6.000 harus ada industri supaya panen puncak stabil," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel mengatakan harga cabai saat ini sudah mengalami penurunan sebesar 12 persen. Hal itu lantaran sudah adanya tambahan pasokan dari sejumlah daerah yang kini telah memasuki masa panen.
"Harga cabai saat ini sudah turun 10-12 persen karena adanya pasokan dari beberapa daerah produksi," ujar Rahmat kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).
Rahmat menyalahkan sistem penanaman yang kurang maksimal sebagai pemicu lonjakan harga cabai di pasar. "Sistem penanaman komoditas tersebut yang tidak mencapai 60 persen," tuturnya.
Guna menjaga stabilisasi harga bahan pokok, lanjut Rahmat, pemerintah bakal menerapkan beberapa faktor pendorong yakni suplai yang cukup, iklim yang berpihak, pendistribusian yang baik serta pengelolaan baik yang terkait dengan pembatasan BBM subsidi.
"Monitoring harga berkala, mengelola impor pangan, menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan pokok," pungkasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya