Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Perindustrian gencar promosikan mobil murah

Menteri Perindustrian gencar promosikan mobil murah Astra Agya dan Ayla. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Keberadaan mobil murah atau LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia bagaikan dua sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan industri, namun sisi lain memberatkan pemerintah karena mobil murah masih mengkonsumsi BBM bersubsidi khususnya premium.

Menteri Perindustrian MS Hidayat terus mempromosikan kehadiran mobil murah. Salah satunya, kehadiran mobil murah bisa mengurangi impor mobil.

"Mobil murah dulu itu tujuannya adalah mengimbangi kompetisi dan impor kendaraan dari ASEAN. Ini juga mendorong investasi, kemandirian otomotif Indonesia serta mendorong produksi mobil yang hemat," ucap Hidayat usai pertemuan dengan Menteri Keuangan di Kantornya, Jakarta, Selasa (1/4).

Hidayat menyebut produksi mobil murah tahun lalu sudah mencapai 52.000 unit. Tahun ini diperkirakan bisa mencapai 150.000 unit. "Sementara tahun ini kita ekspor ke Pakistan, Filipina dimulai 1.000 unit per bulan," tegasnya.

Hidayat juga menyebut bahwa keberadaan mobil murah berhasil menarik investasi asing ke dalam negeri. Dari catatan Hidayat, total investasi yang sudah ditanamkan mencapai USD 6,5 miliar.

"USD 3,5 miliar investasi perakitan dan USD 3 miliar investasi di industri komponen. Setidaknya sudah ada 100 pabrik komponen pendukung seperti pabrik motor penggerak (mesin), transmisi, body and chassis, break system dan lain lain. 5 tahun ke depan 100 persen dibuat di Indonesia," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP