Menteri Jonan sindir PLN lamban sahkan RUPTL
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyindir PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menurutnya lambat dalam menyelesaikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2025.
"Kalau bapak ibu tanya saya, sampai ke saya diskusinya sudah Desember selesai. PLN ini yang agak lama. Parafnya lama, karena nunggu bisikan temannya. Ini yang saya enggak suka. Ini tanya ini, manusianya ada di sini," katanya dalam acara coffee morning di Ditjen Ketenagalistrikan, Senin (10/4).
Jonan menegaskan, pengesahan RUPTL oleh PLN di Maret ini terbilang lama. Untuk itu, Jonan berharap RUPTL ini dapat di selesaikan lebih cepat untuk tahun depan. Bahkan dirinya meminta untuk disahkan di Januari.
"Tahun depan kalau ada perubahan, saya inginnya RUPTL sudah disahkan akhir Januari. Sehingga proses bisnis yang dilakukan PLN sebagai operator dan para mitra di daerah bisa lebih cepat," tuturnya.
Dalam pandangan Jonan, perubahan RUPTL setiap tahun seharusnya tidak signifikan meskipun harus menyesuaikan dengan faktor eksternal, seperti pertumbuhan ekonomi dan faktor alam.
"Kalau ada perubahan eksternal misalnya pertumbuhan ekonomi, perubahan alam yang sangat besar, atau perubahan satuan moneter yang luar biasa itu mungkin berubah. Tapi kalau tidak misalnya, saya tanya Pak Jarman (Dirjen Ketenagalistrikan ESDM) ini kok RUPTL berubah setiap tahun apa sebelumnya waktu buat karang mengarang," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya