Menteri Jonan sebut stasiun tidak ada calo, di bandara berkeliaran
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan instruksi agar semua maskapai penerbangan tidak lagi membuka loket penjualan tiket di semua bandara di Indonesia. Maskapai penerbangan diminta mencontoh PT Kereta Api Indonesia yang sudah menggunakan mesin atau finding machine.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yakin, penggunaan mesin bisa mempersemit bahkan memberhangus praktik percaloan di bandara.
"Ada satu contoh kecil yang kemudian saya mau pakai. Loket di bandara, saya tidak mau ada loket di bandara. Saya mau kasih batas waktu mungkin sampai Mei. Diganti saja, diganti mesin (finding machine)," ucap Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (9/12).
Pihak bandara dan maskapai juga diminta menyediakan layanan customer service. Namun, layanan ini tidak boleh menjual tiket penerbangan. Costumer service untuk melayani connecting flight atau transit.
"Kalau KAI menggunakan finding machine, biaya servisnya murah, pasti itu akan lebih mudah. Kalau (maskapai) tidak bisa, tutup saja. Jelas tidak ini? Kenapa? Karena praktik percaloan yang selalu dikritik masyarakat terutama di bandara itu terlalu bising. Kalau stasiun KA tidak ada calo, masak bandara ada?," katanya.
Jonan tidak memberikan pengecualian pada maskapai tertentu yang tak menjalankan aturan ini.
"Saya orangnya kalau soal begini no mercy (tidak ada maaf), karena pelayanan publik harus berjalan makin lama makin tertib. Karena logikanya kesempatannya ada. Nah dengan pakai finding machine dan sebagainya itu, ini juga bisa buat transparan," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya