Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jonan: Proyek 35.000 MW tidak bisa selesai di 2019

Menteri Jonan: Proyek 35.000 MW tidak bisa selesai di 2019 Menteri Jonan di Gardu Induk PLN Gandul. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menegaskan proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) akan terus berjalan. Walaupun, dia mengatakan proyek tersebut tak akan selesai di 2019 sesuai dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Program 35.000 MW bukan setop ya, tapi mungkin tidak bisa selesai di 2019," ujar Menteri Jonan dalam Indonesian Energy Roadmap di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (25/1).

Menteri Jonan menegaskan program 35.000 MW tersebut direncanakan dengan melihat pertumbuhan ekonomi RI sekitar 8 persen per tahun. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi hanya lima persen dan pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 sekitar 5,2 persen.

"Kan dulu (program 35.000 MW) dibuat pada rancangan pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun, tapi faktanya lima persen, tahun ini pemerintah prediksi 5,2 persen," tuturnya.

Dia menambahkan saat ini kebutuhan tenaga listrik di Indonesia mencapai 70.000 MW. Sedangkan, kapasitas terpasang sebesar 55.000 MW. "Jadi butuh 15.000 MW lagi yang harus di selesaikan dalam bentuk Commercial Operation Date (COD) di 2019," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nicke Widyawati, mengatakan PLN saat ini telah melakukan pengadaan proyek listrik 35.000 MW. Dia memperkirakan proyek yang terbangun hingga 2019 mencapai 26.000 MW.

"Tadi pak Jonan sampaikan kalau dari sisi kebutuhan antara 15.000 MW hingga 19.000 MW, tapi kita sudah lakukan pengadaan dll, ya jadi 26.000 MW akan selesai. Jadi kita harap industri tumbuh," pungkas Nicke.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP